UGM dan Kabupaten Banggai Kerja Sama Pengelolaan Sumber Daya Air dan Geopark

BANGGAI RAYA-Bupati Banggai Amirudin dan Sekretaris Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M, menandatangani kerja sama pengelolaan sumber daya air dan Geopark, Kamis (28/3/2024) di Kampus UGM Yogyakarta.

Dikutip dari [email protected], Pemerintah Kabupaten Banggai dan Universitas Gadjah Mada sepakat menjalin kerja sama. Kesepakatan perjanjian dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat ditandatangani oleh Amirudin, selaku bupati dan Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M. selaku  Sekretaris Universitas.

Penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan tindak lanjut kerja sama yang telah dilakukan Pemkab Banggai dan UGM melalui SPK atau Kontrak Bappeda Kabupaten Banggai dengan Pusat Studi Pariwisata UGM pada tahun 2018, tentang Pengadaan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kabupaten Banggai.

Kerja sama ini akan ditindaklanjuti kesepakatan bersama dengan Fakultas Teknik dan Fakultas Geografi. Kerja sama dengan Fakultas Teknik akan dilakukan dalam bidang kegiatan studi Geopark di Kabupaten Banggai. Sedangkan dengan Fakultas Geografi berencana akan melakukan kegiatan bersama di bidang studi sumber daya air perkotaan di Kabupaten Banggai.

BACA JUGA:  Kajari Silaturahmi dengan Jurnalis Banggai di Momen HBA ke-64

Amirudin selaku Bupati Banggai mengungkapkan rasa terima kasihnya untuk kesempatan kerja sama dengan UGM, dan berharap mampu merealisasikan beberapa potensi yang dimiliki Kabupaten Banggai untuk kesejahteraan masyarakat. Tentang sumber daya air perkotaan, ia sampaikan Kabupaten Banggai sangat membutuhkan kerja sama ini karena memiliki potensi sangat besar.

Memiliki potensi sumber daya air yang besar hingga mendapat julukan nama sebagai kota air. Potensi tersebut sangat banyak ditemui dari dulu hingga sekarang, sayangnya tidak pernah diteliti dengan baik, dan belum dipergunakan dengan baik sehingga kadang-kadang masyarakat masih saja mengalami kekurangan air.

“Dulu waktu awal saya menjabat sebagai bupati, setiap isi sambutan-sambutan saya selalu sampaikan Kabupaten Banggai sebagai kota air. Tapi sayangnya beberapa masyarakat mengeluhkan tidak punya air. Tetapi di akhir-akhir ini saya setelah melakukan perjalanan melihat kondisi hutan dan area perkotaan ternyata memang benar sesungguhnya sumber air cukup banyak tapi perlu penelitian agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Banggai, khususnya daerah perkotaan,” katanya di ruang Rektor UGM, Kamis (28/3).

BACA JUGA:  Kasus Dugaan Korupsi Talud Gorontalo, Kejari Banggai Masih Hitung Kerugian Negara

Kemudian soal kondisi geopark, disebutnya sebagai salah satu potensi yang dimiliki Kabupaten Banggai. Potensi geopark ini pernah dilakukan kerja sama dengan PT Pertamina dan beberapa perusahaan swasta lain, dan mereka bersedia menyisihkan dana CSRnya untuk pengembangan potensi geopark ini. Hal itulah yang kemudian melandasi Kabupaten Banggai bekerja sama dengan UGM untuk penelitian lebih lanjut soal potensi geopark ini.

“Semoga ini bisa berkelanjutan sehingga mampu memenuhi apa yang menjadi keinginan pemerintah kabupaten dan masyarakat Banggai secara keseluruhan. Mudah-mudahan ini kita kembangkan sehingga menjadi ekonomi baru bagi masyarakat,” imbuhnya.

Ungkapan terima kasih juga diungkapkan Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, selaku  Sekretaris Universitas. Dia menyampaikan telah banyak kerja sama yang dilakukan bersama Kabupaten Banggai, terutama dari Pusat Studi Pariwisata UGM.

“Memang telah banyak kajian-kajian seperti ini di UGM. Baik soal geopark dan kita juga memiliki ahli memanen air Prof. Agus Maryono, ini tentunya bisa dimanfaatkan agar airnya tidak menjadi banjir tetapi bisa dipanen,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pemda Banggai - BSI Lanjutkan Kerja Sama Layanan Perbankan Syariah

Sehubungan kerja sama saat ini berada di level universitas, ia berharap akan bisa ditindaklanjuti di tingkat fakultas. Karena beberapa hasil penelitian di UGM ini dinilai applicable untuk dapat diterapkan di kabupaten/ kota di seluruh Indonesia.

Sandi menyebut penelitian-penelitian yang UGM lakukan tidak hanya berbasis akademik tetapi para peneliti, dosen, dan mahasiswa saat meneliti hingga ke daerah-daerah. Oleh karena itu, ia berharap kepada Kabupaten Banggai membuka kembali bagi mahasiswa-mahasiswa UGM yang akan melakukan KKN disana.

“Kami sebenarnya ingin kembali ke sana tetapi karena covid menjadikan ragu untuk mengirim mahasiswa KKN ke sana. Karena KKN ini merupakan inisiasi dari UGM  dan kemudian juga dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi lain, dan ini menjadi mata kuliah wajib di sini,” terangnya.**

Pos terkait