Miris! Siswa SMKN 1 Luwuk Diduga Dikeroyok Sejumlah Pelajar

  • Whatsapp
SISWA SMKN 1 Luwuk melaporkan peristiwa penyerangan yang dilakukan sejumlah pelajar diduga dari sekolah kejuruan ternama di Kota Luwuk. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Kembali dunia pendidikan di Kabupaten Banggai tercoreng oleh sikap yang tidak terpuji oleh peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Atas.

Kali ini, siswa SMKN 1 Luwuk diduga diserang oleh sejumlah pelajar dari sekolah lain di Kota Luwuk. Peristiwa ini terjadi pada Kamis siang (13/10/2021) di Kilometer 7, Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan.

Bacaan Lainnya

Kronologisnya, saat itu sejumlah siswa SMKN 1 Luwuk sedang makan jagung, tiba-tiba datang sekelompok pelajar dengan menggunakan kendaraan roda dua dengan seragam sekolah, kemudian melakukan pemukulan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Luwuk, Romin Hairun kepada Banggai Raya, Sabtu (16/10/2021) membenarkan hal tersebut.

“Telah terjadi lagi kebrutalan beberapa orang siswa. Kali ini yang menjadi sasarannya adalah siswa kami, SMK Negeri 1 Luwuk, yang terjadi d hari Kamis siang di KM 7. Siswa/siswi SMK Negeri 1 sedang makan jagung, tiba-tiba datang sekelompok pengendara motor memakai seragam sekolah, tanpa basa-basi mereka langsung memukul, menendang atas nama Iksan dan Fardiansyah kelas XII A KL.A,” jelas Romin Hairun melalui pesan WhatsApp.

Lebih tragis lagi kata dia, begitu pulang siswa SMKN 1 Luwuk dihadang lagi, di area Kelurahan Maahas tepatnya di depan kios komplek Masjid Maahas.

Siswa SMKN 1 Luwuk masih berada di atas motor langsung dipukul, dan ditendang serta diinjak-injak sehingga mengakibatkan korban cedera.

“Sekarang sementara diproses oleh pihak kepolisian Polres Banggai. Sangat disayangkan masih ada pelajar yang begitu anarkis, tidak punya rasa, karakter dan moralnya sudah hilang,” cetusnya.

Kemudian yang Ia sangat sesalkan, di saat tatap muka di sekolah baru sepekan ini dibuka, premanisme dilakukan oleh beberapa orang pelajar diduga dari sekolah kejuran ternama di Kota Luwuk.

“Semoga kejadian ini tidak terulang lagi, dan pelaku penganiayaan diberikan sanksi yang tegas secara hukum. Begitu pula dari pihak sekolah memberikan sanksii yang tegas, yang bisa menjadi efek jera, dan pelajaran bagi siswa yang lain,” harapnya. (*)

Penulis: Muh Rum Lengkas

Pos terkait