Koperdik Luwuk Macet Bayar Hak Anggota

  • Whatsapp
SEKRETARIAT Koperasi Pegawai Negeri, Koperasi Karyawan Pendidik (Koperdik) Kecamatan Luwuk di Kelurahan Jole. FOTO: RUM LENGKAS

BANGGAI RAYA- Koperasi Pegawai Negeri (KPN), Koperasi Karyawan Pendidik (Koperdik) Kecamatan Luwuk yang berdiri di tahun 1981 silam, berlokasi di Kelurahan Jole, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai macet melakukan pembayaran hak anggota koperasi.

Koperdik Luwuk beranggotakan para guru ASN di wilayah Kecamatan Luwuk, Luwuk Timur, Luwuk Utara, Luwuk Selatan dan Kecamatan Nambo. Koperdik Luwuk beranggotakan kurang lebih 200 orang.

Bacaan Lainnya

Sepeninggal Ketua Koperdik Luwuk, Almarhumah Rachmisani Sangkota, pucuk pimpinan beralih ke Sekretaris, Esron Yukulan yang menjadi ketua Koperdik Luwuk hingga dengan saat ini.

“Saya adalah sekretaris, dan ketua Almarhumah Ibu Rahmisani Sangkota. Tapi karena ibu Rahmi so meninggal. Ketua adalah saya sebagai PLT sementara,” kata Esron Yukulan kepada Banggai Raya, Rabu (24/11/2021).

Ia menjelaskan, tidak berfungsinya koperasi tersebut, karena dana yang dikelola tinggal sekitar Rp3 juta per bulan melalui bendahara yang diperuntukan untuk mengangsur simpanan bagi anggota yang sudah keluar karena pensiun.

“Karena adanya kredit macet sejak pengurus sebelumnya,” cetusnya.

Esron mengatakan, akan ada rencana pimpinan dan pengurus Koperasi Karyawan Pendidik Kecamatan Luwuk akan melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT).

“Itu untuk menstabilkan kembali, tapi kita masih menagih utang anggota, dan sebagian pengurus lama,” kata Kepala SLBN Luwuk ini.

Menurut dia, masih ada solusi untuk membenah dan memperbaiki sistem dan manajemen Koperdik Luwuk ini, walaupun itu memerlukan waktu yang panjang.

“Ada jalan tapi so berat,” ujarnya.

Di Sekretariat Koperdik Luwuk yang berada di Kelurahan Jole itu masih terdapat salah seorang staf tata usaha yang bertugas untuk menjaga.

“Dan tinggal di situ, tapi mungkin masih ke Palu sama keluarganya. Pelayanan pembayaran hak simpanan anggota yang pensiun dilakukan oleh bendahara di rumahnya,” kata Esron.

Ia mengaku, uang setoran yang diterima tinggal berupa iuran anggota, tapi belum semua anggota Koperdik Luwuk menyetor. “Kredit macet so sejak dulu,” tutupnya. (*)

Penulis: Muh Rum Lengkas