Sekolah di Banggai Dukung Program SPP Gratis

  • Whatsapp
Dra. Hj. Anniah, M.Pd

BANGGAI RAYA- Pihak sekolah menengah atas (SMA) di wilayah Kabupaten Banggai sangat mendukung dengan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah yang akan melakukan perubahan atau merevisi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada SMA dan SMK serta SLB.

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng memprogramkan agar biaya pendidikan di tingkat SMA dan SMK digratiskan.

Bacaan Lainnya

Biaya yang diterapkan itu biasanya dikenal dengan sebutan P3 (pungutan pembiayaan pendidikan) atau disebut pula sumbangan pembinaan pendidikan alias SPP. Pungutan dan sumbangan biaya ditalangi oleh biaya operasional sekolah (BOS) daerah. Pemprov Sulteng akan menanggulangi pembayaran tersebut kepada sekolah-sekolah di wilayah Sulteng.

Kepala SMAN 1 Bualemo, Lella Gusriny Ahmad, S.Pd mengaku sebagai bawahan tetap harus mengikuti keputusan yang telah ditetapkan oleh pimpinan, dalam hal ini Pemprov Sulteng.  

“Saya sebagai bawahan, ya harus melaksanakan aturan. Kami tentu tidak punya kapasitas apalagi kewenangan untuk menilai apa pun yang menjadi keputusan pimpinan. Artinya, bahwa apa pun yang telah menjadi kebijakan atau putusan pimpinan, kami siap melaksanakan. Karena kami yakin itu yang terbaik, karena telah melalui proses dan prosedur yang sah. Sekali lagi, intinya apa pun yang menjadi keputusan aturan, kami sebagai bawahan siap melaksanakan,” kata Lella Gusriny Ahmad kepada Banggai Raya, Rabu (24/11/2021).

Hal senada disampaikan Kepala SMAN 3 Luwuk, Dra. Hj. Anniah, M.Pd kepada wartawan media ini melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, program tersebut sangat baik. Sejalan program pemerintah dalam menuntaskan program wajib belajar, dimana kewajiban siswa adalah belajar untuk meraih prestasi yang setinggi-tingginya tanpa memikirkan kewajiban membayar biaya sekolah.

“Pihak satuan pendidikan sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang telah memikirkan bagaimana layanan pendidikan tetap harus berjalan dengan baik, tanpa membebani orang tua. Karena kami sangat berharap setelah tamat SMA, siswa tersebut dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi,” tambahnya. (*)

Penulis: Muh Rum Lengkas

Pos terkait