Galian PT Empros Rusak Damija di Jalur Masama Banggai

BANGGAI RAYA-PT Empros Dharma Jaya, perusahaan pertambangan batu di Kecamatan Masama, merusak alur daerah milik jalan (Damija) di ruas antara Kecamatan Luwuk Timur dan Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai, tepatnya di kawasan Desa Ranga-Ranga.

Galian sepanjang puluhan meter itu semula dimaksudkan untuk menampung curahan air dan lumpur dari areal jalan kotidor pertambangannya, agar tidak meluber ke jalan raya. Sebab sebelumnya, saat terjadi hujan lebat, jalur jalan provinsi itu dipenuhi lumpur sebagai dampak kegiatan perusahaan. Perusahaan kemudian menggali parit beberapa puluh meter di sisi jalan, dengan maksud menampung curahan air dan lumpur.

BACA JUGA:  Wisatawan Asal Jakarta Tujuan Danau Ubur-Ubur Bokan Kepulauan Karam di Perairan Matanga

Namun sayang, langkah itu justru merusak Damija, dan berpotensi mengganggu keselamatan kendaraan. Sebab Damija bisa digunakan oleh kendaraan untuk menepi saat berpapasan dengan kendaraan lain yang berukuran besar.

BACA JUGA:  Rayakan Iduladha 1445 Hijriah, DSLNG Berbagi Kurban 17 Ekor Sapi

Karenanya muncul keluhan terkait perusakan Damija tersebutlah.

Camat Masama Hidayat Dulu bersama unsur Forkopimcam akhirnya turun dan melihat kondisi itu, Senin (22/4/2024). “Saya sudah minta agar PT Empros menutup galian parit di Damija, sebab tepian jalan itu masih merupakan area atau daerah milik jalan. Perusahaan nantinya harus membuat saluran pembuangan yang menyeberangi jalan, bukan membuat parit di Damija,” tegas camat saat dihubungi via ponsel.

BACA JUGA:  Meneropong Keadilan Islam dalam Kasus Vina, Sebelum 7 Hari: Sebuah Refleksi Hukum dan Moral

Menurut dia, nantinya perusahaan akan membuat plat deker dan gorong-gorong di tiga titik, untuk mengalirkan air dan lumpur bila terjadi hujan lebat.

Aktivitas perusahaan kata camat, memang harus diawasi, termasuk oleh media massa, agar ada perbaikan pengelolaan kegiatannya. DAR

Pos terkait