Kisah Pilu Dialami Tuti, Lumpuh Sejak Usia 2 Tahun dan Ditinggal Ibu Selamanya

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Kisah pilu dialami Tuti, warga Kota Luwuk, Kabupaten Banggai. Ia mengalami sakit lumpuh, seja usia 2 tahun. Bahkan di usia itu, Tuti harus kehilangan sosok ibu, yang pergi selamanya.

Kini Tuti telah berusia 33 tahun. Namun, Ia tidak seperti wanita seusianya. Ia hanya bisa terbaring di tempat tidur karena sakit, bahkan tak bisa merespon jika ada orang yang ingin berkomunikasi.

Bacaan Lainnya

Marketing Communication ACT Luwuk, Feni Junianty, menceritakan bagaimana kondisi pilu yang dialami Tuti.

Awalnya, Tuti terlahir normal. Di usia setahun lebih, Tuti sama seperti anak lain pada umumnya.

Namun berjalannya waktu, tiba-tiba tubuh Tuti mengalami lumpuh. Sejak itulah, Tuti hanya terbaring hingga saat ini. “Cobaan semakin berat bagi Tuti, belum genap dua tahun kala itu, Ia harus ditinggal pergi sang ibu untuk selamanya,” cerita Feni, Jumat 20 Mei 2022.

Sejak itulah, Tuti dirawat sang paman. Hingga beberapa hari sebelum Ramadhan 2022, paman memutuskan untuk menitipnya pada sepupunya, Rusmin (53). Ini dilakukan sang paman, karena tengah mengidap penyakit dan tidak mampu lagi untuk merawatnya.

Menurut pengakuan Ibu Rusmin kata Feni, butuh kesabaran untuk merawat Tuti karena untuk memberi makan saja butuh waktu hampir satu jam. Sebab Tuti tak bisa lagi mengunyah karena tak lagi memiliki gigi. Sehingga harus dibantu dengan menggerakkan rahang bawahnya. Makanan yang diberikan pun hanya bisa bubur dan minuman sereal saja.

Meski begitu, ini bukanlah hal baru bagi Bu Min sapaan akrabnya, karena sejak dulu Ia telah banyak mengasuh keluarganya hingga sekarang.

Bahkan di rumahnya yang tak terlalu luas, tinggal 25 orang, 3 orang anaknya dan juga saudara serta keluarganya yang lain yang telah dirawat sejak kecil. Meski sang suami hanya berprofesi sebagai sopir truk sampah, tapi Bu Min tetap terpanggil untuk merawat sepupunya Tuti.

“Ibu Min sangat telaten mengurus sepupunya, tak hanya memberi makan, beliau juga yang menggantikan popok, membersihkan Tuti, menggantikan baju dan semua hal yang dibutuhkan Tuti. Beliau bahkan berkata bahwa meski Tuti tak bisa berbicara, ia hanya mau disuapi makan oleh Bu Min,” beber Feni.

Terkait penanganan medis, Bu Min mengaku tak tahu apakah Tuti pernah mendapat penangan medis atau tidak. Namun, saat ini yang sangat dibutuhkan adalah kursi roda untuk mempermudah mobilisasi Tuti.

Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan sahabat dermawan, Tim ACT MRI Luwuk memberikan bantuan kursi roda untuk Tuti.  “Alhamdulillah atas bantuan sahabat dermawan, Tim ACT MRI dapat memberikan Kursi Roda kepada Tuti agar mempermudah mobilisasi di rumah,” ucap Feni.

Selain itu, Tim ACT Luwuk juga berupaya menggalang donasi untuk biaya berobat Tuti dan tentunya juga untuk keperluan sehari-hari Tuti.

“Meski sudah 30 tahun lebih kondisi Tuti tak berubah, tapi keluarga berusaha. Setidaknya dapat mengetahui penyakit yang dialami Tuti dan bukan tak mungkin Allah akan menyembuhkan Tuti kembali,” tandasnya.

Bagi sahabat dermawan yang ingin membantu Tuti dan keluarga, bisa menyalurkan sedekahnya dengan cara transfer ke rekening Bank Syariah Indonesia 7164170475  atas nama Aksi Cepat Tanggap dan konfimasi ke WA 0821 8038 1184.

Masyarakat juga bisa mendatangi langsung Kantor ACT Luwuk Banggai di Jl. Urip Sumohardjo No. 46, Kota Luwuk. (*)

 Sumber: ACT Luwuk

Pos terkait