Demo Pelayanan Kesehatan di DPRD Banggai, Mahasiswa Minta Hadirkan Direktur RSUD Luwuk

BANGGAI RAYA-Sejumlah mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Luwuk mendatangi DPRD Banggai di kawasan Teluk Lalong, terkait pelayanan kesehatan di RSUD Luwuk, Senin (4/3/2024).

Dalam orasinya, para mahasiswa menyoroti persoalan pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu yang dinilai tidak maksimal.

Menurut mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Maret Bersatu, rumah sakit adalah salah satu kebutuhan seluruh masyarakat. Karena itu, rumah sakit jadi harapan banyak orang untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik, sehingga permasalahan kesehatan di tengah masyarakat dapat teratasi.

Sayangnya kata mahasiswa, dengan anggaran besar yang diporsikan untuk RSUD Kabupaten Banggai, pengelolaannya masih kurang baik, mulai dari pembuangan limbah (medis dan non-medis), kurangnya tenaga kesehatan, kurangnya fasilitas penunjang penyediaan obat dan lain-lain. “Serta kami menduga bahwa jumlah tenaga kesehatan yang disediakan oleh RSUD dengan jumlah pasien RSUD itu tidak sebanding, satu banding sembilan, jadi satu perawat RS menangani sampai sembilan pasien. Padahal idealnya satu perawat maksimal menangani lima pasien. Kondisi tersebut tentunya menyebabkan banyak pasien yang terlantar.Pertanyaannya adalah porsi anggaran yang sangat besar dibawa kemana,” kata mahasiswa dalam orasinya di pelataran dewan.

Aksi demontrasi ini kata mahasiswa, untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan di RSUD Luwuk, agar seluruh masyarakat yang menggunakan fasilitas RSUD untuk berobat merasakan kenyamanan dalam pelayanan dan beban pembiayaan yang tidak memberatkan masyarakat.

Sementara orator lainnya juga mengkritisi masa jabatan Direktur RSUD Luwuk yang diperpanjang, padahal sudah masuk masa pensiun.

Ketua Komisi 1 DPRD Banggai Irwanto Kulap yang didampingi Ibrahim Darise dan Mursidin mengatakan, dewan menerima aspirasi mahasiswa dan akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pekan depan. Untuk menghadirkan Direktur RSUD Luwuk kata Irwanto, memerlukan surat administrasi dulu, sehingga RDP diagendakan pekan depan.

Terkait perpanjangan masa jabatan Direktur RSUD dr Yusran, Irwanto menyebut bahwa persoalan itu sudah selesai. Untuk menggelar rapat kata dia, perlu kehadiran anggota Komisi 1 agar qorum tercapai. Syarat qorum kata dia, harus dipenuhi karena terkait pengambilan keputusan atau rekomendasi. “Jadi RDP Minggu depan,” tegas Irwanto.

Mahasiswa kecewa dengan janji RDP yang terlalu lama baru bisa digelar, padahal urusan kesehatan adalah kebutuhan dasar. DAR

Pos terkait