6 Kandidat Daftar di Pilrek Unismuh Luwuk

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA– Pendaftaran bakal calon rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk periode 2020-2024 resmi ditutup pada Senin (16/3/2020). Sejak dibuka hingga Senin kemarin, Panitia menjaring enam kandidat sebagai bakal calon rektor.

Ketua Tim Penjaringan dan Pemilihan Bakal Calon Rektor Unismuh Luwuk, Dri Sucipto, SH. MH., mengatakan, enam kandidat yang mendaftar itu adalah H. M. Ikhwan Rais, Mustafa Abd Rahim, Dr. Moh. Gifari Sono, Dr. Nurhidayah Layoo, Sutrisno K Djawa dan Agung K Djibran.

Dijelaskan, M Ikhwan Rais menjadi kandidat yang mendaftar pertama yaitu pada tanggal 11 Maret 2020. Kemudian, Dekan Fakultas Pertanian, Mustafa Abd Rahim mendaftar dan memasukan berkas pada tanggal 14 Maret 2020. “Untuk empat kandidat lainnya, mendaftar di hari terakhir yakni 16 Maret 2020,” ujar Dri Sucipto kepada Banggai Raya, Senin (16/3/2020) via pesan WhatsApp.

Melihat dari latar belakang, enam calon ini tentunya sangatlah bersyarat. Diketahui, M Ikhwan Rais merupakan mantan Dekan Fakultas Hukum. Begitu pun dengan Nurhidayah Layoo, ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Pertanian. Kemudian, Agung K Djibran merupakan mantan Dekan di  Fakultas Agama Islam, dan FKIP serta pernah menjadi  Wakil Rektor III.

Sementara, Mustafa Abd Rahim saat ini menjabat Dekan Fakultas Pertanian dan telah memasuki periode kedua. Dan Dr. Moh. Gifari Sono juga patut diperhitungkan. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik, dan telah memasuki periode kedua.

Kemudian terakhir, Sutrisno K Djawa merupakan dosen senior di kampus hijau tersebut. Saat ini, Ia menjabat sebagai Wakil Rektor II dan telah memasuki periode kedua.

Meski demikian, Dri Sucipto enggan berkomentar terkait kelayakan para kandidat. Pasalnya, berkas persyaratan calon masih akan diverifikasi, dan akan diumumkan pada 1 April 2020 nanti.

“Kami  berharap, semuanya bisa lulus berkas administrasi. Supaya ke enam kandidat ini bisa diusulkan ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah untuk  selanjutnya mengikuti uji kelayakan dan kepatutan tentang kemuhammadiyahan,” demikian Dri Sucipto. JAD

Pos terkait