12 Pejabat Eselon 2 Lingkup Pemda Bangkep Dirotasi, Ini Pesan Pj Bupati Ihsan Basir

BANGGAI RAYA – Penjabat (Pj) Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, Ihsan Basir merotasi 12 pejabat eselon 2 di jajarannya, Jumat 12 Mei 2023.

Pj Bupati Bangkep, Ihsan Basir memandu pengambilan sumpah dan janji 12 pejabat eselon 2 di lingkup Pemda Bangkep yang dilangsungkan di ruang rapat kantor bupati Bangkep.

Dalam pengukuhan itu, hadir pula Kapolres Bangkep diwakili Wakapolres Bangkep, Ketua DPRD Bangkep Rusdin Sinaling, Sekretaris Daerah (Sekda) Rusli Moidady.

Adapun 12 pejabatan eselon 2 yang berotasi, diantaranya :

  1. Ariyono Orab, yang sebelumnya menjabat Kadis Dikbud bergeser ke jabatan baru sebagai Kaban Bappeda-Litbang
  2. Muh. Aris Susanto, sebelumnya menjabat Kaban Bappeda-Litbang bergeser sebagai Kepala Dinas PMD Bangkep
  3. Rahmad Labou, sebelumnya menjabat Kadis PMD, bergeser sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM
  4. Edison E Moligay sebelumnya menjabat Kadis Pariwisata dilantik sebagai Asisten Perekonomian dan Pengembangan Kesekretariatan
  5. Ferdi Salamat yang sebelumnya menjabat Kepala DLH bergeser sebagai Kepala Dinas Perikanan
  6. Tommy B. Luasusun sebelumnya menjabat Kadis Perikanan kini bergeser sebagai Staf Ahli Bidang Pemerinthaan Bidang Hukum dan Politik
  7. dr. Silviania Oktaviana Sipatu yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum, kini bergeser sebagai Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB
  8. Eka Silawati Sipatu yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum, kini menjabat sebagai Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB
  9. Ingrahaeni Pakabu sebelumnya  menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Politik, kini menjabat sebagai Sekretaris DPRD
  10. Iswan Saleh yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD, kini menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
  11. Hengki Dilengan sebelumnya menjabat sebagai Kasat Pol PP, kini menjabat sebagai Kaban Badan Pendapatan Daerah
  12. Din L. Lamasada yang sebelumnya menjabat sebagai Kaban Bapenda, kini menjabat sebagai Kadis PTSP
BACA JUGA:  Selama 2 Hari, Unismuh Luwuk Gelar Pelatihan Auditor Mutu Internal

Dalam sambutannya, Bupati Ihsan Basir mengucaokan selamat kepada para pejabat yang baru saja diambil sumpah dan janji.

BACA JUGA:  Kejari Banggai Limpahksn Kasus Dugaan Korupsi APBDes Matabas ke PN Tipikor Palu

Semoga saudara-saudari dapat mengemban amanah dan tanggungjawab yang diberikan dengan sebaik-baiknya.

Sehingga OPD atau instansi yang bapak/ibu pimpin akan mendapat kemajuan ke arah yang lebih baik dengan kondisi dan presrasi yang dicapai selama ini.

Mutasi jabatan merupakan hal biasa dan juga bukan sebagai kegiatan rutinitas tiap tahun. Tetapi mutasi jabatan sebagai proses pembinaan karir di lingkungan aparatur negeri sipil (ASN).

“Sebagai ASN itu bergerak kemana saja. Itu sama saja. Tak ada yang diaebut lebih baik dari yang satu, itu tidak ada. Dan amanah yang diberikan sama bersarnya (tanggungjawab). Ini merupakan hasil dari asesmen yang kita lakukan sebelum ini. Dan kemudian menghasilkan keputusan yang terbaik. Saya berharap, bahwa dalam amanah ini, seorang ustadz mengatakan, ada yang berkah dan ada pula yang istidruz. Istidruz itu seolah-olah berkah, padahal tidak. Allah memberkan saja itu, tetapi kita terjebak pada hal hal yang tidak baik,” ucap Ihsan Basir.

BACA JUGA:  Hari Ini, 252 Warga Karaton Lakukan Pemungutan Suara Ulang di TPS 02 

Ihsan Basir meyakini, bahwa bapak/ibu yang saat ini sedang dilantik adalah orang-orang terbaik dan sudah terseleksi dengan baik.

“Kami menempatkan bapak/ibu dengan sangat hati-hati dan berpkir matang. Siapa yang patut di sini, dan siapa yang patut di sana. Dan saya berharap, bapak ibu dapat membantu saya dan Sekda untuk kemudian mempercepat proses atau ada semacam akselerasi yang lebh cepat lagi dalam mengejar terget2 pembangunan yang sedang kita laksanakan,” ujar Ihsan Basir.

Dia mengaku, bahwa banyak sekali tantangan di Bangkep ini. “Dengan kemampuan fiskal yang sangat rendah dan kita pada kategori yang sangat rendah, dan kita juga harus berpikir pada penentuan-penetuan prioritas tertentu,” cetus dia.

Salah satunya, lanjut dia, yang harus dipikirkan dengan baik baik adalah bagaimana harus meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). (*)

Penulis : Surianto H. Pasangio

Pos terkait