Pesan Khutbah Idul Fitri di Masama: “Kalau Pejabat Takut pada Allah, Dia Tidak Akan Korupsi”

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Ribuan warga di Ibukota Kecamatan Masama mengikuti sholat Idul Fitri 1 Syawal 1443 H di lapangan Kaliwaru, Senin pagi (2/5/2022).

Dalam sholat yang diikuti warga dari Desa Tangeban, Serese, Taugi dan Cemerlang itu, khatib Idul Fitri Bustamin menyampaikan pesan penting sebagai wujud hasil bulan Ramadhan.

Bacaan Lainnya

Salah satunya adalah menanamkan rasa takut kepada Allah yang harus berkelanjutan usai bulan puasa. “Kalau pejabat takut kepada Allah, dia tidak akan korupsi dan melakukan praktik tidak terpuji lainnya,” kata khatib.

Ia mengatakan, Ramadhan telah berlalu dan kita merasakan sedihnya berpisah. Semoga inj jadi Ramadhan terbaik, bukan jadi Ramadhan yang terakhir.

Tujuan idul Fitri kata dia, agar manusia bertakbir memuji kebesaran Allah. Kedua agar umat Islam merayakan hari raya dengan kemenangan dan rasa bahagia, namun tidak berlebihan dan tidak mubazir.

Hari ini kata khatib, kita gembira karena kita berhasil memenangkan perang melawan musuh yang paling beringas dan yang paling ganas yakni hawa nafsu.

Namun dibalik kebahagiaan, kita juga merasakan kesedihan karena ada diantara anggota keluarga kita yang sudah tidak lagi bersama-sama kita.

Usai Ramadhan tekan khatib, kita harus menanamkan rasa takut kepada Allah, sebab yang halal saja bisa kita tahan. “Kalau kita takut, maka kita tidak akan curang, kalau pejabat takut, dia tidak akan korupsi, tidak akan mengambil hak-hak orang lain, tidak akan melakukan suap dan menerima suap,” ujarnya.

Ia juga menyatakan, ramainya Idul Fitri tidak jadi jaminan bahwa Ramadhan berhasil. Sebab yang terpenting adalah memupuk rasa takut kepada Allah sesudah bulan puasa.

Nilai kedua adalah menyambung silaturahim. Sebab silaturahmi adalah kebutuhan manusia dan tanda kedermawanan sosial manusia. Silaturahim melapangkan rejeki dan memanjangkan umur. Keutamaan lainnya adalah silaturahmi membawa pelakunya untuk mengetuk pintu surga.

“Nilai-nilai Ramadhan harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari usai bulan puasa. Jadikan puasa kita sebagai alat untuk membenahi diri dan mengoreksi kesalahan diri kita masing-masing,” tuturnya.

Sholat Idul Fitri itu juga diikuti Camat Masama Hidayat Dulu bersama forkopimcam serta jajaran pemerintah kecamatan dan desa. (*)

Penulis Iskandar Djiada

Pos terkait