Bupati Harap Keluarga Berisiko Stunting Jadi Prioritas Penerima Daging Kurban

  • Whatsapp
Bupati Banggai Amiruddin

BANGGAI RAYA- Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin Tamoreka berharap, keluarga berisiko stunting di daerah ini bisa menjadi salah satu prioritas sebagai penerima daging kurban pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.

Hal ini sebagai upaya Pemda Banggai dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Banggak. Sehingga target 14 persen di tahun 2024 mendatang, bisa tercapai.

Bacaan Lainnya

Harapan agar keluarga berisiko stunting masuk sebagai prioritas penerima dagung kurban itu, dituangkan dalam surat edaran yang ditujukan kepada pemerintah kecamatan atau Camat se Kabupaten Banggai yang ditandatangani Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin tertanggal 1 Juli 2022.

Surat itu bernomor 440/2000/DP2KB-P3A/2022, perihal Daging Kurban Bagi Keluarga Berisiko Stunting. Surat ini ditujukan kepada Camat se Kabupaten Banggai, dan tembusan Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Kepala Dinas P2KBP3A Banggai, Kadis PMD Banggai, Kadinsos Banggai, Kabag Kesra Banggai dan Arsip.

Dalam surat disampaikan, dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Banggai yang dirangkaikan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 1443 H, maka diharapkan untuk memprioritaskan pembagian daging kurban bagi keluarga yang berisiko stuning.

Untuk daftar nama-nama keluarga yang berisiko stunting itu akan disampaikan oleh Koordinator PLKB di masing-masing kecamatan.

Sementara itu, Kadis P2KBP3A Banggai, Dr. dr. Anang Otoluwa yang dikonfirmasi Banggai Raya, Jumat malam, menjelaskan tentang keluarga berisiko stunting.

“Yang berisiko stunting adalah keluarga yang ada ibu hamilnya, dan anak di bawah 2 tahun serta anak 3 sampai 5 tahun yang kurang gizi,” beber Anang Otoluwa.

Mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Banggai itu berharap, melalui surat edaran Bupati sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat, keluarga dapat meningkatkan asupan protein yang berkualitas.

“Sehingga hal ini bisa menjadi salah satu upaya pencegahan stunting. Dan daging adalah sumber protein berkualitas selain telur dan ikan,” kata Anang Otoluwa.

Olehnya, Kadis Anang Otoluwa berharap, semua komponen masyarakat semakin peduli terhadap keluarga berisiko stunting dengan mengarahkan bantuan sosial dan bantuan lainnya seperti daging kurban sampai kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan. (*)

Editor: Jajad Sudrajad

Pos terkait