Yudisium FEB Unismuh Luwuk, Ini Peraih IPK Tertinggi dan Pejuang Skripsi Terbaik: Lihat Profil Singkatnya!

Wakil Ketua BPH Dr. Moh. Gifari Sono dan WR III Agung K Djibran mengabadikan momen bersama dua lulusan terbaik peraih IPK tertinggi yang didampingi sang ibu tercinta. FOTO: JAJAD

BANGGAI RAYA- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk sukses menggelar Yudisium bagi para lulusan sarjana strata satu pada Kamis malam (10/11/2022) di Hotel Estrella Luwuk.

Sebanyak 211 lulusan yang terdiri dari dua program studi yakni Prodi Manajemen dan Prodi Akuntansi itu dikukuhkan sebagai sarjana oleh Dekan FEB Unismuh Luwuk, Dr. Wahyudin Rahman.

Selain mengukuhkan para lulusan sarjana baru, FEB Unismuh Luwuk juga menobatkan dua lulusan terbaik sebagai peraih IPK tertinggi dari masing-masing program studi dan dua lulusan sebagai pejuang skrip. Keempatnya mendapatkan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi.

BACA JUGA:  Ketua TP PKK Banggai Hadiri Rakor PKK Provinsi Sulteng

Empat lulusan itu adalah pertama untuk lulusan peraih IPK tertinggi dari Prodi Manajemen berhasil diraih oleh Cahyaning Maulita dengan IPK 3,70 predikat dengan pujian.

Mahasiswi kelahiran Toili 9 Juni tahun 2000 itu merupakan buah hati dari pasangan almarhum Mujiharto dan Ani Sukraeni. Ia memiliki motto, hiduplah sesuai dengan keinginanmu bukan keinginan orang lain.

BACA JUGA:  Harga Gas Elpiji Tembus Rp60 ribu, Akademisi : Pemda Harus Tegas Pada Pangkalan

Sukses meraih gelar sarjana, Cahyaning Maulita ingin menggantikan peran ayah kandungnya untuk memberikan kehidupan yang layak untuk sang ibu, dan adik dengan hidup bahagia selamanya.

Kedua, lulusan terbaik peraih IPK tertinggi dari Prodi Akuntansi sukses diraih mahasiswi kelahiran Mulyoharjo, 1 Januari tahun 1999. Ia adalah Melinda S.Ak.

BACA JUGA:  Naas! Lakalantas di Masama Banggai, Dua Pemotor Alami Patah Tulang

Melinda berhasil menempati posisi teratas peraih IPK tertinggi di program studi dan fakultasnya, dengan IPK 3,86 predikat dengan pujian.

Wanita berusia 23 tahun itu merupakan putri dari pasangan Mulyani dan Rubiyatin. Ia memiliki motto, di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Bercita-cita menjadi manusia yang berguna bagi keluarga, nusa dan bangsa ini.

Pos terkait