Widyagama, Satu-satunya LKP di Banggai Berstandar Industri

  • Whatsapp
PULUHAN Madyasiswa LKP Widyagama Luwuk tengah mengikuti prosesi wisuda. FOTO: JAJAD

BANGGAI RAYA- Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Widyagama Luwuk masuk dalam daftar 50 lembaga kursus Berstandar Industri se Indonesia. Dan menjadi satu-satunya sebagai lembaga kursus dan pelatihan di Kabupaten Banggai yang berstandar industri.

Hal itu disampaikan Direktur LKP Widyagama Luwuk, Nor Trianawati SE.,M.Si., kepada Banggai Raya, Rabu (13/10/2021) usai acara wisuda madyasiswa angkatan ke-12 sesi pertama di Hotel Santika Luwuk.

Bacaan Lainnya

“Kami (LKP Widyagama) satu-satunya LKP di Kabupaten Banggai yang berbasis industry. Iya, jadi Widyagama masuk dalam 50 besar lembaga kursus berbasis industri di Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penetapan sebagai lembaga kursus berbasis industri ini dilakukan oleh Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud pada tahun 2020 lalu.

Untuk di Sulteng kata Direktur, hanya ada tiga lembaga kursus dan pelatihan yang ditetapkan berstandar industri. Dari tiga lembaga itu, satu di Kabupaten Banggai yakni Widyagama dan dua lembaga lainnya di Kota Palu.

“Tahun 2018 dan 2019, lembaga kita berstandar nasional, dan tahun 2020, Widyagama menjadi lembaga kursus berstandar industri sampai sekarang,” katanya.

Menjadi lembaga kursus berstandar industri, LKP Widyagama pun menjalin kerjasama dengan sejumlah universitas ternama. Mulai dari Universitas Terbuka, UMI Makassar, Unismuh Luwuk, dan Politeknik yang ada di Kota Palu.

“Jadi setelah lulus ini, alumni kita kalau mau lanjut Strata Satu (S1) itu bisa masuk ke universitas yang telah menjalin kerjasama. Sistemnya konversi, kalau di LKP hanya program profesi satu tahun,” tuturnya.

Nor Trianawati menambahkan, kedepan LKP Widyagama juga akan membuka program satu tahun dan dua tahun. Dan saat ini, jurusan profesi satu tahun yang dibuka di lembaga kursus itu sebanyak empat jurusan yakni English Conversation, Aplikasi Komputer dan Design Grafis, Administrasi Perkantoran, dan Teknisi Komputer.

“Selain bisa langsung melanjutkan S1 ke universitas, bila alumni tidak lanjut dan dia bekerja misalnya lima tahun atau enam tahun. Kemudian setelah bekerja, dia ingin lanjut dan masuk ke UT (Universitas Terbuka), masa bekerjanya itu akan dihitung berapa mata kuliah. Jadi banyak manfaat dari kerjasama yang dibangun ini,” tandasnya. (*)

Penulis: Jajad Sudrajad

Pos terkait