Jamaah Padati Masjid Agung An Nuur Luwuk, Ini Pesan Khotib Ustadz Syam

BANGGAI RAYA –  Penceramah kondang nasianal, Ustadz H. Syamsuddin Nur Makka, S. Sos, I,  S.Q, M.A (Ust. Syam) menjadi Imam dan Khatib Utama pada Salat Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 Masehi di Masjid Agung An Nuur Luwuk, Rabu (10/4/2024).

Kehadiran Ustadz Syam di Masjid An Nuur Luwuk mengundang umat Islam di Kota Luwuk dan sekitarnya untuk melaksanakan Salat Idul Fitri di masjid yang menjadi icon masyarakat Islam Kabupaten Banggai ini. 

Turut hadir pada Salat Idul Fitri 2024 di Masjid An Nuur ini, Bupati Banggai yang juga sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI)  Kabupaten Banggai, H. Amirudin, Wabup, Furqanuddin Masulili, anggota Forkopimda, Ketua MUI Banggai, KH. Zainal Abidin Alihamu, Ketua PHBI, H. Alfian Djibran, tokoh agama, tokoh masyarakat dan jamaah Masjid An Nuur Luwuk. 

BACA JUGA:  Pimpin SDN Pembina Luwuk, Sugeng Komitmen Tingkatkan SDM Guru di Bidang IT

Pada pelaksanaan Idul Fitri 1445 H, yang bertindak sebagai Imam dan Khatib Utama, Ustadz H. Syamsuddin Nur Makka, Naib Khatib,  Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten, Drs. Suardi Kandjai, Naib Imam, Ustadz Ismail Manopo, S. Pd. i, pemandu sholat, Ustadz Mukhtar Kantu, S.Ag, pemandu takbir,  Ustadz Ibrahim Ahmadali, Ustadz Sulistyo, Ustadz Mas’ad Maulana, Uatadz H. Gufron,  Ustadz H. Jazuli Djamaluddin. 

Demikian disampaikan oleh pembawa acara, Kabag Kesra Setda Kabupaten Banggai, Muchlis Pampawa.

Salat Idul Fitri 1445 H/2024 Masehi di Masjid An Nuur Luwuk dimulai sekira pukul  06.30 Wita. 

BACA JUGA:  Selama 2 Hari, SMPN 3 Luwuk Gelar Tes Akademik Bagi Calon Siswa Baru

Dalam khotbahnya, Ustadz Syam mengatakan, Idul Fitri setiap tahun akan kembali, dan yang berbahagia karena menningkat ibadahnya, ada juga menurun ibadahnya. 

“Mari hari raya ini, mari kita sekaligus kita bermunajabah, apa kita lahir lagi dengan istiqomah, atau kita kembali lemah menjalankan ibadahnya,” katanya. 

Ia menjelaskan, Idul Fitri adalah hari pertama untuk berbuka bagi orang-orang yang berpuasa, serta orang-orang yang puasa didalamnya.

Menurut Ustadz Syam, di bulan Ramadhan umat Islam meningkatkan ibadah. Bulan Ramadhan diaebut bulan tempat latihan, melatih bagaimana umat Islam bisa mengendalikan hawa nafsu. 

“Imam Ghazali menjelaskan, menyimpang dari jalan syariat, itulah kecenderungan dari hawa nafsu tersebut, dengan menempuh cara yang tidak di Ridhoi oleh Allah SWT,  selalu menampilkan akhlak-akhlak yang tercela,” tuturnya. 

BACA JUGA:  Animo Tinggi, Pendaftar di SMPN 3 Luwuk Sudah Tembus 437 Peserta

Bulan Ramadhan sambung dia, untuk melatih agar umat Islam tidak menyimpang dari jalannya Allah SWT. Sesibuk apapun umat Islam, menyempatkan untuk ibadah, dengan melaksanakan salat berjamaah. 

Sesibuk apapun umat Islam kata Ustadz Syam, menyempatkan membuka dan membaca Alquran. Sesibuk apapun, umat Islam selalu menempuh jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT. 

“Sebesar apapun  capaian yang kita hadapi, kita berusaha untuk tidak menampakkan yang tidak tercela. Bulan puasa untuk mencegah kita berbuat perbuatan tercela,” tandasnya. RUM

Pos terkait