Sinergisitas Herwin dan Mustar Sukses Antarkan Banggai Bergelimang Prestasi

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA– Bupati Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo dinilai dua pemimpin yang memiliki kekompakan dan sinergisitas yang sangat baik. Hal ini terbukti, keduanya mampu menghantarkan Banggai menjadi kabupaten yang bergelimang prestasi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Husen (57) tokoh masyarakat dari Kecamatan Bunta. Menurutnya, sebagai pemimpin daerah Herwin-Mustar merupakan pasangan yang saling melengkapi dalam bekerja dan melayani masyarakat.

“Saya lihat Pak Herwin dan Pak Mustar itu saling bersinergi, kompak, dalam melayani masyarakat. Jadi kinerja Kabupaten Banggai di periode Winstar ini sangat memuaskan, dengan banyaknya capaian yang telah diraih,” ujar Husen saat ditemui langsung.

Oleh karena itu, Husen berharap agar masyarakat dapat menilai kepemimpinan Herwin-Mustar secara menyeluruh. Agar dapat merasakan kemajuan Banggai sekarang dibandingkan sebelumnya. “Winstar ini pasangan yang ideal, sama-sama punya pengalaman dan peduli dengan rakyat kecil. Jadi kita harap Winstar dua periode,” tambah Husen.

Tidak jauh berbeda dengan Husen, Olivia (23) milenial Kota Luwuk sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Herwin-Mustar. Sebab menurutnya, mereka telah berhasil memajukan Kabupaten Banggai hingga saat ini.

“Ini tidak lepas dari peran Pak Herwin dan Pak Mustar yang solid dan bersinergi. Jadi apa-apa yang dikerjakan dan diinstruksikan, dapat terlaksana dengan baik. Baik dari tata kelola pemerintahan, Pinasa dan pariwisata, semuanya maksimal,” ungkap Olivia.

Menurut Olivia, kepemimpinan seperti Herwin-Mustar inilah yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Mengerti kondisi masyarakat dan paham apa yang harus dikerjakan sebagai pemerintah daerah.

Dalam kesempatan yang berbeda, Wakil Bupati Mustar Labolo menuturkan bahwa sebagai pemimpin daerah, keharmonisan antara pemimpin itu harus senantiasa saling dijaga, agar kerja-kerja untuk rakyat optimal.

“Seperti saya dengan Pak Herwin, kita ini saling menghargai, menghormati dan bersinergi. Beda pendapat wajar namanya demokrasi, namun apabila sudah diputuskan maka satu kesatuan. Dulu, sebelum ada corona, kami ini apabila ketemu pasti cipika cipiki, rangkulan, menunjukkan betapa dekatnya ikatan kami,” jelas Mustar Labolo. (*)

Pos terkait