Waspada Corona, Polsek Nuhon Bubarkan Pesta Penikahan

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA– Untuk mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19, Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Nuhon membubarkan pesta penikahan di Desa Bella, Rabu (25/3/2020) Pukul 19.30 Wita. Pembubaran pesta pernikahan itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Nuhon, IPTU Alfrets Bolang bersama personilnya.

Dilansir dari laman akun facebook Polsek Nuhon Hebat, pembubaran pesta pernikahan di Desa Bella  itu untuk menindaklanjuti maklumat Kapolri tentang kepatuhan tehadap  kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus  Corona atau Covid-19.

Bacaan Lainnya

Disebutkan, sebelumnya jauh-jauh hari, Polsek Nuhon juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar sementara waktu tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak dalam satu tempat. Jika himbauan itu tidak diindahkan, maka konsekuensinya adalah penertiban.

Hingga saat ini Kamis (26/3/2020) Pukul 15.30, postingan terkait pembubaran pesta pernikahan itu sudah 103 kali dibagikan. Dan mendapatkan respons positif dari warganet. “Mantap Polsek Nuhon dan harus adil untuk semua dlm penegakan aturan,” komentar akun facebook Seis Tapa.

Sebelumnya diberitakan, menyikapi maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis yang diterbitkan pada Kamis (19/3/2020), Kapolres Banggai AKBP Budi Priyanto tidak mengeluarkan izin kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal tersebut dilakukan, guna memberikan perlindungan kepada masyarakat terkait semakin cepatnya penyebaran virus corona alias Covid-19.

Upaya itu dilakukan, karena Polri senantiasa mengacu asas keselamatan rakyat yang merupakan hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto).

AKBP Budi Priyanto mengatakan, maklumat itu dikeluarkan agar penyebaran virus tidak semakin meluas dan berkembang yang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Maklumat ini juga bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona (Covid-19),” ucap mantan Kapolres Buol ini.

Menyikapi maklumat tersebut, selaku Kapolres Banggai, Budi megimbau agar seluruh masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.

“Seperti, dalam bentuk seminar, lokakarya, konser musik, festival, bazzar, pasar malam, pameran, unjuk rasa, kegiatan olahraga, kesenian, jasa hiburan, pawai, karnaval hingga resepsi keluarga,”tuturnya.

Apabila ada keperluan mendesak dan tidak dapat dihindari yang melibatkan banyak massa, agar dilaksanakan sesuai dengan protokol pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain itu, Budi juga menyampaikan agar masyarakat tetap tenang dan jangan panik namun diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dan mengikuti informasi serta himbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dan masyarakat juga diminta agar tidak ikut menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya yang dapat menimbulkan gejolak. Apabila anggota Kepolisian menemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat Kapolri, maka dilakukan tindakan kepolisian sesuai dengan perundang-undangan. JAD/MAN