Warga Mendono Blokade Jalan

  • Whatsapp
AKSI blokade jalan buntut belum tertangkapnya pelaku pemukulan terhadap salah satu warga Mendono. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Puluhan warga Kelurahan Mendono, Kecamatan Kintom memblokade jalan Trans Sulawesi, satu-satunya akses jalan penghubung menuju Toili dan sekitarnya serta Kabupaten Morowali Utara. Aksi mereka dimulai sekira pukul 14.30 Wita, Minggu (16/1/2022).

Blokade jalan dengan membakar ban bekas, ranting daun kelapa kering di badan jalan dekat jembatan itu dipicu belum ditangkapnya pelaku pemukulan terhadap pemuda Mendono, Buyung Ali.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun Banggai Raya menyebutkan pemicu aksi tersebut. Kronologisnya, Sabtu (15/1/2022) sekira pukul 20.20 Wita, berlangsung pesta pernikahan di Kelurahan Nambo Lempek, Kecamatan Nambo. Pesta pernikahan dilanjutkan dengan acara dero hingga pukul 24.00 Wita.

Pukul 22.00 Wita, korban bernama Buyung Ali, pemuda Mendono mendatangi acara dero. Waktu menunjukkan pukul 24.00 Wita atau acara sudah beranjak selesai, tiba-tiba pelaku bernama Darto bertanya kepada Buyung berasal dari mana. Korban menjawab bahwa dia adalah anak Mendono.

Minggu (16/1/2022) kira-kira pukul 01.00 Wita, Buyung yang sementara duduk nongkrong bersama rekan-rekannya dipanggil oleh pelaku lalu memukulnya.

Saat terjadi pemukulan itu, ada salah satu anggota Polsek Kintom yang melerai sekaligus memediasi, tapi korban tidak mau menerima dan harus diselesaikan secara hukum. Lalu, pada pukul 02.00 Wita, Buyung melaporkan aksi pemukulan diantar Bhabinkamtibmas Kelurahan Lempek Baru.

Siangnya sekira pukul 14.00 Wita, warga Kelurahan Mendono dan korban mendapat informasi bahwa si pelaku belum ditangkap. Nah, dari sinilah, korban bersama warga lainnya memblokade jalan sebagai aksi, agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum.

Kapolsek Kintom di-back up anggota Koramil 04 Kintom mendatangi lokasi pemalangan jalan untuk kepentingan mediasi.

Tak berselang lama, polisi berhasil menangkap pelaku. Kapolres Banggai, AKBP Yoga Priyahutama menyebut, blokade jalan sudah dibubarkan. Kondisi warga Mendono kembali kondusif.

Kapolres Yoga memastikan bahwa proses hukum atas insiden pemukulan tersebut tetap berjalan. AKBP Yoga berpesan, agar warga tetap menjaga keamanan dan ketertiban. (*)

Penulis: Sutopo Enteding/*

Pos terkait