Warga Koyoan Tolak Wisma Haji Dijadikan Tempat Karantina

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Sejumlah warga Desa Koyoan, Kecamatan Nambo, menolak Wisma Haji dijadikan sebagain tempat karantina bagi warga yang berasal dari daerah yang terpapar wabah corona atau covid 19.

Kepada Banggai Raya, Rabu (8/4/2020), seorang warga Desa Koyoan Kecamatan Nambo, Moh Sadam Hanafi mengungkapkan, aksi penolakan yang dilakukan warga, disebabkan karena tidak ada koordinasi antara pemerintah kabupaten ke pemerintah desa.

“Kami menolak bangunan asrama wisma haji dijadikan tempat karantina Orang Dalam Pemantauan (ODP). Apalagi, pemda tidak berkoordinasi dan memberitahukan ke masyarakat, terkait Wisma Haji jadi tempat karantina,” terang Moh Sadam Hanafi.

Kalau gedung asrama Wisma Haji dijadikan tempat karantina, harus ada kesepakatan dengan warga. Warga khawatir apabila Wisma Haji dijadikan sebagai lokasi karantina, akan membuat aktivitas warga terganggu.

“Harus ada kesepakatan dengan warga. Karena dampaknya yang rasakan terlebih dulu itu kami. Kalau Wisma Haji dijadikan tempat karantina. Kami takutkan akan berdampak pada perusahaan dan aktivitas bongkar muat yang sebagian besar tempat warga bekerja,” terang dia.

Terpisah,  salah satu Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Koyoan, Bandi Hipan melalui video yang beredar bebas di media sosial tersebut menyebut bahwa akan berdampak pada masyarakat yang beraktivitas di area pergudangan di sekitar Wisma Haji. Dalam hal ini buruh yang melakukan aktivitas bongkar muat. Sebab, bisa saja gudang-gudang di sekitar Wisma Haji akan tutup.

“Kami menolak Wisma Haji dijadikan tempat karantina pasien covid 19. Kami berharap penolakan ini bisa disampaikan ke Pemda Banggai dalam hal ini bupati dan wakil bupati. Agar bisa menyikapinya. Kami juga, sebagai buruh meminta kepada Pemda Banggai untup menutu aktivitas Wisma Haji sebagai tempat karantina pasien  covid 19,” tegasnya. SAH

Pos terkait