Wakil Rakyat Dorong Percepatan Vaksinasi

  • Whatsapp
Syafruddin Husain

BANGGAI RAYA- Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kabupaten Banggai masih berada di level 3. Belum turun ke level 2. Padahal, Kabupaten Banggai bersama Kabupaten Poso dan Kota Palu berstatus sama saat PPKM level 4. Dari tiga kabupaten/kota di Sulteng, justru Kabupaten Banggai yang lebih cepat turun statusnya dari level 4 menjadi level 3.

Namun sebaliknya, status level 3 PPKM Kota Palu lebih cepat turun ke level 2 dibanding Kabupaten Banggai. Sementara Kabupaten Banggai statusnya tidak berubah masih tetap di level 3.

Bacaan Lainnya

Fakta demikian memantik reaksi wakil rakyat. Adalah Syafruddin Husain. Wakil rakyat berstatus tiga periode asal PKB ini menyadari perlu pencematan serius oleh Pemda Banggai. “Mengapa status PPKM Kota Palu lebih cepat turun (ke level 3) ketimbang Kabupaten Banggai. Padahal kan Kota Palu dengan Kabupaten Banggai penerapan status level 4 itu sama-sama. Malah, kita di Kabupaten Banggai lebih cepat turun ke level 3 dari Palu. Sekarang, menuju level 2-nya susah. Ini perlu kita cermati dan harus jadi bahan evaluasi kita,” urai Syafruddin Husain kepada pewarta di Kantin Aspirasi, DPRD Banggai, Rabu (6/10/2021).

Di Sulteng, ditilik dari segi perkembangan masyarakatnya, Kabupaten Banggai berada di urutan kedua setelah Kota Palu. Artinya, jika kesadaran masyarakat Kota Palu akan pentingnya menjalani vaksinasi, maka harusnya warga di Kabupaten Banggai setara. Dari pendekatan indikator ini, sejatinya Kabupaten Banggai lebih cepat pula (sama dengan kondisi Kota Palu) mencapai level 2.

Dengan analisa sederhana itu menurut Haji Udin-sapaan karib Syafruddin Husain, maka bisa jadi bukan karena faktor (kesadaran) masyarakatnya, tapi bisa jadi informasi akan pentingnya menjalani vaksinasi tidak sampai ke pemahaman masyarakat.

Penurunan level PPKM adalah sebuah kebutuhan. Jika PPKM tidak turun ke level 2 bahkan ke level 1, maka aktivitas masyarakat tidak akan bisa kembali mendekati normal. Nah, indikator untuk menurunkan level PPKM itu salah satunya adalah capaian vaksinasi warga.

Capaian vaksinasi di Kabupaten Banggai terbilang rendah. Butuh kerja keras untuk membangkitkan kesadaran masyarakat, agar warga di kabupaten bermotto ‘Momposaangu Tanga Mombulakon Tano’ menjalani vaksinasi sebagai kebutuhan.

Menurutnya, percepatan vaksinasi di Kabupaten Banggai harus dilakukan secara merata di seluruh kalangan masyarakat.

“Percepatan vaksinasi di daerah ini harus dibarengi dengan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, sehingga level kita bisa turun dalam penerapan PPKM,” kata Haji Udin.

Ketua Fraksi Gabungan PKB-Hanura-Perindo, DPRD Banggai ini menuturkan, edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal vaksinasi perlu terus digenjot demi memperbanyak cakupan vaksinasi agar menurunkan level PPKM di daerah ini. Sehingga dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk divaksin, cakupan vaksinasi yang ditargetkan sebesar 50 persen dapat tercapai.

Berdasarkan data Update Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Banggai per tangal 5 Oktober 2021 menunjukkan bahwa tercatat baru 26.402 warga Banggai yang telah mendapatkan vaksin lengkap atau menjalani vaksinasi dosis pertama dan dosis dua. Capaian vaksinasi secara lengkap di daerah ini baru berada di angka 10 persen dari total sasaran 263.490 orang. Sementara, warga yang sudah divaksin pertama, mencapai 25 persen atau 67.450 orang.

“Jika cakupannya telah mencapai 50 persen, kita pasti berada di level 1 penerapan PPKM,” ujarnya.

Itulah sebabnya, Haji Udin menyarankan sekaligus mendorong semua pihak, baik Pemda Banggai maupun wakil rakyat, partai hingga organisasi kemasyarakatan secara bersama melakukan terobosan dalam peningkatan kesadaran masyarakat.

“Tercapainya vaksinasi 50 persen di daerah ini, nantinya dapat membentuk hard imunity atau kekebalan kelompok di masyarakat, sehingga imunitas masyarakat meningkat, kasus terkonfirmasi covid turun serta level PPKM kita juga bisa ke level 1,” bebernya.

Dia menegaskan, vaksinasi yang dilakukan pemerintah merupakan bentuk ikhtiar untuk meningkatkan imunitas melawan virus covid-19, sehingga sangat penting edukasi vaksinasi di masyarakat terus ditingkatkan karena kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksin saat ini masih kurang.

Masyarakat perlu diberi pemahaman bahwa penurunan status level PPKM, bukan kepentingan pemerintah semata, tapi kepentingan semua pihak. Penurunan level status PPKM akan berdampak pada terbukanya peluang beraktivitas.

“Contoh, status level PPKM terus menurun, maka aktivitas masyarakat akan terbuka. Sekolah dibuka, pusat perbelanjaan dibuka dan hal lainnya juga dibuka. Aktivitas kita kembali seperti normal. Peluang ekonomi terbuka, karena aktivitas masyarakat tidak lagi dikekang. Ini kan memberi manfaat bagus bagi kita semua. Jadi, bukan hanya kepentingan pemerintah semata, tapi kepentingan kita bersama,” demikian Syafruddin Husain. (*)

Penulis: Rahman Asnawi

Pos terkait