Wahyu Dermawan Mahasiswa UMLB Sukses Ikuti Kunjungan Ke Vietnam Program OYTW Kemlu, Mengenalkan Budaya Banggai

BANGGAI RAYA- Selama tiga hari, Wahyu Dermawan Adam, mahasiwa Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) bersama sembilan mahasiswa dari universitas lain yang terpilih, mengikuti kegiatan kunjungan ke Vietnam mewakili Indonsia dalam kegiatan Outstanding Youth for The World (OYTW) 2022.

Kunjungan ke Vietnam selama tiga hari yang telah berlangsung tanggal 9-12 Oktober 2022 itu, merupakan program Direktur Diplomasi Publik Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Kegiatan kunjungan ini diselenggarakan di Ho Chi Minh City, Vietnam. Sebelum berangkat, mahasiswa telah dibekali lebih dahulu dengan mengikuti orientasi di Jakarta pada 8 Oktober 2022 kemarin.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMLB, Agung K Djibran mengatakan, Wahyu Dermawan Adam mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini terpilih setelah menjalani seleksi nasional bersama mahasiswa dari 38 perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

BACA JUGA:  Idul Adha 1445 H, Masjid An Nuur Luwuk Sembelih 11 Ekor Sapi Kurban

“Selain memenuhi syarat minimal IPK di atas 3.00, peserta juga harus mampu berkomunikasi aktif dalam Bahasa Inggris dan berperan aktif serta positif di media sosial. Pencapaian prestasi ini tentu menjadi kebanggaan dan kebahagiaan untuk Kampus Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai, yang ber tagline Mobilisasi Berkemajuan,” ungkap Agung K Djibran, belum lama ini.

Menurutnya, ini bagian dari implementasi pengembangan kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang merupakan bagian dari shifting paradigma. Nantinya kompetisi seperti ini akan terus ditingkatkan dengan mengikuti kompetisi global.

“Dengan adanya program Kementerian Luar Negeri ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berprestasi di kanca Internasional dengan peran melaksanakan diplomasi publik untuk meningkatkan citra Indonesia di luar negeri,”kata Agung.

ABADIKAN momen sebelum berangkat ke Vietnam beberapa waktu lalu, tampak Rektor UMLB, Dr. Sutrisno K Djawa, WR 3 Agung K Djibran, WD 3 FKIP UMLB, Abd Rabbi Arrasul, WD 2 FKIP Sulasmi Anggo dan Ketua KUI UMLB, Yusniati. FOTO: IST

Sementara itu, Wakil Dekan III FKIP UMLB, Abd Rabbi Arrasul mengatakan, saat ini Wahyu telah tiba di Luwuk, Kabupaten Banggai pada 13 Oktober 2022. “Di Vietnam selama tiga hari, kemarin 13 Oktober 2022 sudah tiba di Luwuk,” ujarnya, Minggu (16/10/2022).

BACA JUGA:  Meneropong Keadilan Islam dalam Kasus Vina, Sebelum 7 Hari: Sebuah Refleksi Hukum dan Moral

Meski hanya tiga hari kegiatan kunjungan ke Vietnam, banyak pengelaman yang didapat Wahyu. Pertama bisa lebih mengenal budaya, bahasa dari negara lain dalam hal ini Vietnam.

“Sebaliknya juga mahasiswa memiliki pengalaman dalam mempromosikan bahasa dan budaya dari Indonesia khususnya Banggai di hadapan para pelajar dan praktisi pendidikan di Vietnam. Memiliki kesempatan yang jarang dimiliki oleh  mahasiswa lain yaitu bertemu dan berbicara langsung di hadapan para diaspora sukses yang berada di Vietnam, terlebih di hadapan Bapak Konsulat Jendral RI di Vietnam, serta memiliki teman-teman dan relasi baru,” katanya.

Dalam kegiatan itu, Wahyu bersama peserta lainnya mengunjungi University Social Sciences of Hummanities (USSH) dan berdialog dengan mahasiswa jurusan studi Indonesia di Vietnam. Kemudian kunjungan ke Kantor Konsulat Jendral RI di Ho Chi Minh, Vietnam.

BACA JUGA:  Rayakan IdulAdha, Pekerja JOB Tomori dan Mitra Kerja Salurkan 29 Ekor Hewan Qurban

“Semoga setelah kegiatan ini, mahasiswa bisa semakin meningkatkan kualitas akademik, public speaking, dan yang paling pentingadalah meningkatkan personal brandingnya sebagai putra asli Bangkep dan sebagai mahasiswa Unismuh Luwuk. Dan tidak lupa untuk memotivasi teman-temannya yang lain untuk bisa mengikuti jejak langkahnya yaitu dengan prestasi bisa go international,” pesan Abd Rabbi Arrasul.

Ia berharap, dengan pengalaman yang diperoleh bisa memotivasi kepada mahasiswa lainnya untuk bisa mengikuti jejaknya dan memberikan kesadaran akan pentingnya penguasaan bahasa asing sepetti Bahasa Inggris yang baik dan benar. Sehingga tak menutup kemungkinan, mahasiswa bisa go international melalui jalur program yang diikutinya. (*)

Editor: Jajad

Pos terkait