Wabup Banggai: Lebaran Ketupat Ajang Silaturahmi

  • Whatsapp
Wakil Bupati Banggai, Furqanudin Masulili membuka kegiatan lebaran ketupat di Pantak Hek Tomeang. FOTO: DOK. PEMDA BANGGAI

BANGGAI RAYA- Hari pertama melaksanakan tugas selesai libur cuti lebaran pada Senin (9/5/2022), Wabup Banggai Furqanudin Masulili menghadiri sekaligus membuka kegiatan hari raya atau lebaran ketupat di Pantai Hek Tomeang, Kecamatan Nuhon.

Kegiatan ini merupakan tradisi masyarakat Jawa yang didukung masyarakat Babasalan dan suku lainnya yang ada di Kecamatan Nuhon, dilaksanakan di hari kedelapan selesai pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Wisata Hek Permai Desa Tomeang, Nuhon. Turut hadir Ketua Komisi 1 DPRD Irwanto Kulap, Camat Nuhon, Kapolsek, Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Tomeang, anggota Forum Kepala Desa, Ketua dan anggota BPD dan Kabag Prokopim.

Wakil Bupati Banggai Furqanuddin dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf dan salam hormat Bupati Banggai, sebab tidak bersama-sama hadir berhubung masih melaksanakan tugas di luar daerah.

Wabup atas nama Pemerintah Kabupaten Banggai mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H kepada seluruh masyarakat.

Ia mengatakan, momen hari raya ketupat ini merupakan kegiatan positif serangkaian dengan ajang silaturahmi dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri. Hari Raya Ketupat yang merupakan tradisi masyarakat Jawa yang didukung oleh masyakat Babasalan serta suku lainnya yang ada di Kecamatan Nuhon. Kegiatan ini dihadiri banyak warga termasuk dari luar Kabupaten Banggai, setelah kurang lebih 2 tahun kegiatan ini tidak bisa dilaksanakan terkait dengan situasi Pandemi Covid-19.

Selanjutnya kata Wabup, kegiatan ini harus tetap dilaksanakan dan dilestarikan setiap tahun pelaksanaan hari raya Idul Fitri, karena kegiatan ini di dalamnya terkandung nilai keagamaan yaitu kewajiban silatruahmi antar sesama muslim maupun non muslim lainnya. “Karena silaturahmi merupakan tempat kita memupuk persatuan dan kesatuan, berjabatangan untuk saling maaf memaafkan atas kesalahan, kekhilafan serta tutur kata yang menyinggung dan menyakiti saudara kita. “Jangan ada lagi dendam di antara kita,” kata Wabup. (*)

Penulis: Iskandar Djiada

Pos terkait