Vaksinasi Digalakkan, Kejar Penurunan Status PPKM

  • Whatsapp
Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka

BANGGAI RAYA- Upaya Pemda Banggai menggalakkan vaksinasi di masyarakat bukan tanpa alasan. Meskipun berstatus zona hijau atau tak ada lagi yang terkonfirmasi kasus Covid per Rabu tanggal 11 November 2021, bukan berarti level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) statusnya turun.

Hingga kini, PPKM Kabupaten Banggai masih bertengger di level 3, belum turun juga. PPKM adalah kebijakan pemerintah sejak awal tahun 2021 untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Sebelum pelaksanaan PPKM, pemerintah telah melaksanakan pembatasan sosial berskala besar yang berlangsung di sejumlah wilayah di Indonesia. 

Bacaan Lainnya

Salah satu indikator yang digunakan naik atau turunnya level PPKM suatu daerah adalah cakupan vaksinasi. Jika satu daerah ingin turun ke level 2, maka cakupan vaksinasi dosis pertama harus mencapai 50 persen dan khusus lansia mencapai 40 persen.

Untuk mengejar persentase itu, Bupati Amirudin Tamoreka mengaku bahwa vaksinasi harus digalakkan. “Kenapa vaksinasi ini kita galakkan di wilayah Kabupaten Banggai, tidak lain dan tidak bukan, untuk memberikan ketahanan tubuh kepada seluruh masyarakat Kabupaten Banggai. Dan kita tahu bersama, Alhamdulillah untuk Kabupaten Banggai ini hampir semuanya sudah zona hijau,” ungkap Bupati Amirudin saat menyampaikan sambutan di agenda vaksinasi gratis yang dilaksanakan FKPPI Banggai, belum lama ini.

Orang nomor satu di kabupaten bermotto ‘Momposaangu Tanga Mombulakon Tano‘ ini menyebut bahwa tingkat kesembuhan warga yang terjangkit Covid mengalami kenaikan. Hal ini perlu disyukuri, namun level PPKM Kabupaten Banggai masih di level 3.

Kenapa masih tetap berada di level 3? “Karena memang vaksinasi di Kabupaten Banggai sangat rendah. Sehingga, digalakkan vaksinasi ini untuk menurunkan level,” ungkap dia.

Bupati Amirudin menekankan bahwa tujuan dari vaksinasi bukan hanya sebatas menurunkan level, tetapi memberikan kekebalan, karena Virus Corona ini tidak akan hilang. “Virus ini tidak akan pernah hilang, sama dengan Virus Influenza, begitu kira-kira. Polio dan TBC itu tidak akan pernah hilang, makanya perlu dilakukan vaksinasi,” imbaunya.

Di kesempatan itu, Bupati Amirudin menyampaikan informasi bahwa tidak menutup kemungkinan tahun depan, setiap bayi yang lahir itu akan dilakukan vaksinasi. Senin pekan kemarin, digelar rapat terbatas oleh Presiden RI membahas vaksinasi mulai dari umur 6 tahun sampai dengan 12 tahun.

Usia dini mulai divaksin, karena Virus Corona ini adalah virus yang paling banyak menelan korban nyawa. “Oleh sebab itu, kita berusaha terus untuk bagaimana caranya agar seluruh masyarakat Kabupaten Banggai dilakukan vaksinasi. Kepada bapak/ibu kami ucapkan terima kasih sudah berpartisipasi dalam vaksinasi. Mudah-mudahan vaksinasi bisa berjalan sesuai apa yang kita harapkan,” demikian Amirudin Tamoreka. (*)

Penulis: Muh Rum Lengkas

Pos terkait