UMLB Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Cair di Pagimana

  • Whatsapp
BEKERJASAMA dengan Kemenristekdikti, Dosen UMLB memberikan pelatihan pembuatan pupuk cair dari mangrove di Desa Jaya Bakti, Kecamatan Pagimana. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Bekerjasama dengan Kemenristek Dikti, Dosen Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) menggelar pelatihan pembuatan pupuk cair dari daun Mangrove jenis Avicennia Marina, Jumat (1/10/2021) di Desa Jaya Bakti, Pagimana.

Dosen UMLB, Dr. Samsu Adi Rahman selaku koordinator pelatihan mengatakan, kegiatan ini sasarannya adalah kelompok pembudidaya yang ada di Jaya Bakti.

Bacaan Lainnya

“Pelatihan pembuatan pupuk cair dari Mangrove jenis Avicennia Marina ini tujuannya untuk mengendalikan penyakit ice-ice rumput laut dan tentunya guna meningkatkan pertumbuhan rumput laut itu sendiri,” ujar Dr. Samsu Adi Rahman kepada Banggai Raya, Sabtu (2/10/2021).

Dosen Fakultas Perikanan UMLB itu menjelaskan, penyakit ice-ice selama ini menjadi permasalahan utama pada rumput laut, sehingga salah satu kebaruan yang ditawarkan melalui hibah riset Brin yaitu penggunaan cairan fermentasi dari rumput laut.

“Yang memiliki keunggulan bakteri endofit baik, Fitokimia yang mampu menekan bakteri patogen rumput laut. Selain itu produk ini memiliki senyawa metabolit sekunder berupa bakteriosin yang mampu mengendalikan penyakit ice-ice. Sedangkan metabolit primernya berupa unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan rumput laut untuk pertumbuhan,” jelas Samsu Adi memaparkan.

Ia mengungkapkan, kelompok pembudidaya sangat antusias, bahkan masyarakat dari luar kelompok juga terlibat dalam pelatihan ini. “Teknologi ini merupakan low teckhnology yang bisa dilakukan oleh siapa saja dengan memanfaatkan potensi lokal berupa daun Mangrove,” katanya.

Jika nantinya berhasil diaplikasikan di lapangan kata Dr. Samsu, maka perlu kerjasama dengan pemerintah maupun industri untuk memproduksi skala besar.

“Kami berharap, produk ini hadir memberikan solusi, buka hanya di Jaya Bakti tetap skala nasional bahkan internasional, jika nanti saat diaplikasikan mampu mengendalikan penyakit ice-ice maupun mampu meningkatkan pertumbuhan rumput laut. Meskipun sebelumnya sudah dilakukan uji laboratorium bahwa produk ini mampu mengendalikan penyakit ice-ice,” tandasnya. (*)

Penulis: Jajad Sudrajad

Pos terkait