TUNTASKAN KASUS TIPIKOR DERMAGA MENDONO!

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan dermaga Mendono, Kecamatan Kintom berikut fasilitas pendukungnya hingga saat ini belum kelar. Kesan diabaikan aparat hukum dalam penanganan kasus itu muncul.

Belum tuntasnya masalah itu menuntut sejumlah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Luwuk menyuarakannya. Mereka mendesak, pihak Kejaksanaan Negeri Luwuk untuk segera menuntaskan kasus Pelabuhan Mendono.

Aktivis hijau hitam ini menggelar aksi tepat di jalan masuk menuju Pelabuhan Mendono, Rabu (16/9/2020).

Ketua HMI Cabang Luwuk, Fitrah Dwi Sari Noho mengatakan, desakan ke pihak Kejari Luwuk untuk segera menyelasaikan kasus Pelabuhan Mendono, itu disebabkan karena kasus tersebut terkesan diabaikan. “Kami mendesak Kejari Banggai untuk segera menyelesaikan kasus dugaan tipikor pelabuhan,” tutur Fitrah kepada Banggai Raya usai memimpin aksi demo tersebut.

Kepada Pemda Banggai, mereka juga mendesak agar pembangunan terminal kapal penumpang maupun kapal barang itu dilanjutkan. “Kasus dugaan tipikor kami minta dituntaskan. Dan kami berharap pula, proses pembangunan pelabuhan dilanjutkan,” katanya.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi Pelabuhan Mendono itu sudah mulai diusut sejak tahun 2012. Sayangnya, hingga saat ini belum ada satu pun tanda terselesaikannya. “Kasusnya sudah lama dan berkasnya sudah ada di kejaksaan. Makanya, kami bersama masyarakat mendesak untuk segera diselesaikan kasusnya,” pinta dia.

Massa aksi sempat memblokir jalan. Kendaraan plat merah yang melintas dicegat dan diarahkan masuk areal dermaga. Aksi ini menurut Fitrah, adalah bagian dari upaya mereka untuk menghadirkan pihak pemerintah daerah dan Kejari Banggai.

Awalnya, aksi mereka sempat dibubarkan. Adu argumentasi terjadi, karena dikiranya, aksi menutup jalan itu menghalangi rombongan pejabat daerah. Padahal, tidaklah demikian. Mencegat kendaraan plat merah itu dilakukan, agar perwakilan pemerintah daerah dan perwakilan Kejari Banggai segera menemui mereka membahas desakan tersebut.

Usai aksi, massa menggelar pertemuan bersama Camat Kintom, Babinsa, Kapolsek Kintom, Humas Pemda Banggai dan Kejari Banggai yang diwakili oleh Kasi Pidsus. Hasil dari pertemuan tersebut, Kejari Banggai berjanji menyelesaikan kasus dugaan tipikor pembangunan Dermaga Mendono, tahun ini juga. Kejari juga akan menetapkan siapa saja oknum yang terlibat dalam kasus tersebut.

Demikian halnya dengan pernyataan perwakilan Pemda Banggai. Yakni, sembari menunggu proses hukum, pembangunan fasilitas dermaga akan dilanjutkan. Komitmen melanjutkan pembangunan dermaga itu diwujudkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman. SAH

Pos terkait