Tingkatkan Produktivitas Sapi, Peternak Desa Boyou Butuh Bantuan Kawat Duri

BANGGAI RAYA- Kelompok Peternak Sapi di Desa Boyou, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai sangat membutuhkan uluran tangan atau bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai dalam penyediaan kawat duri. 

Kawat duri tersebut akan dipergunakan kelompok peternak untuk memagar lahan atau hutan Desa Boyou yang dijadikan tempat pemeliharaan ternak sapi.

Lahan atau hutan yang menjadi tempat pemeliharaan ternak sapi milik warga itu, sering mereka sebut kandang. Selama ini pemagaran kandang dilakukan dengan swadaya para peternak sapi. 

Hutan yang akan di pagar itu sangat luas, sehingga kelompok peternak sangat membutuhkan bantuan kawat duri dari Pemda Banggai.

BACA JUGA:  Peringati HUT ke 73, IBI Bekerjasama Dinkes P2KB Balut Gelar Pelayanan KB Gratis

Demikian disampaikan Koordinator Peternak Sapi Desa Boyou, Kecamatan Luwuk Utara, Lun Pako kepada Banggai Raya di perkebunan Desa Boyou, belum lama ini.

Ia mengatakan, seluruh anggota kelompok peternak sapi di Desa Boyou saat ini sedang bergotong-royong untuk mengumpulkan tiang penyangah kawat duri dari pohon gamal.  

“Selama ini, orang-orang yang punya sapi mengumpulkan kawat duri sesuai dengan kemampuannya, ada yang memberikan 1 gulung, ada juga yang lebih. Kami sudah mengajukan proposal permohonan bantuan kawat duri, termasuk kepada para calon anggota Legislatif (Caleg), tapi belum ada realisasinya. Kami berharap Pemda Banggai bisa membantu kawat duri. Ada sejumlah orang yang akan membantu, hanya kami disuruh buatkan proposal permohonan, nanti mereka yang antar,” kata Lun Pako.

BACA JUGA:  Pemkab Morowali Dukung Program PESIAR dalam Perluasan Kepesertaan JKN

Pagar lahan atau hutan dengan kawat duri tersebut kata dia, bertujuan untuk membatasi ruang gerak ternak sapi, jangan sampai memasuki lahan warga, termasuk lahan perkebunan milik warga tetangga di Desa Kamumu.

“Sudah berapa peternak sapi di Desa Boyou yang harus membayar ganti rugi kepada petani di Desa Kamumu, karena ternak sapinya telah merusak tanaman mereka. Ganti ruginya hingga Rp1 juta,” tuturnya.

BACA JUGA:  Bungawari Puas Kualitas Layanan JKN Terus Meningkat 

Menurut dia, peternak sapi di Desa Boyou ingin sesuai amanat Sustainable Development Goals (SDG’s) dengan mengutamakan kaedah-kaedah pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan, dan diimbangi dengan peningkatan produktivitas sapi untuk memenuhi ketersediaan populasi dan kualitas daging sapi.

“Beternak sapi ini dalam rangka mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kawat duri tersebut sangat berguna bagi kami sebagai kelompok peternak di Desa Boyou. Dengan adanya bantuan kawat duri untuk pagar pembatas lahan itu, diharapkan populasi ternak sapi anggota kelompok dapat lebih terjaga, dan mudah diawasi,” tambahnya. RUM