Tingkatkan Mutu Layanan, BPJS Kesehatan Luwuk Pastikan Komitmen FKTP di Banggai

BANGGAI RAYA- Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) memiliki peranan penting dalam memberikan kemudahan dan kepuasan bagi para peserta JKN yang membutuhkan layanan kesehatan di tingkat awal.

Dalam memberikan layanan, setiap FKTP telah bersepakat dengan BPJS Kesehatan untuk menjalankan berbagai komitmen demi meningkatkan mutu layanan.

Hal itu disampaikan Kepala Cabang Luwuk BPJS Kesehatan, Sanny Christian Mangundap pada kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Kepatuhan serta Penguatan Fungsi Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) di Fasilitas Kesehatan Tingat pertama bagi seluruh perwakilan FKTP di Kabupaten Banggai, Kamis (25/05/2023) lalu.

Sanny mengungkapkan, dalam hal pembaharuan maupun perpanjangan kerja sama dengan mitra BPJS Kesehatan, setiap FKTP harus melalui berbagai tahapan terlebih dahulu untuk memastikan berbagai standar pelayanan telah dipenuhi.

Selanjutnya pada saat setelah disepakati adanya perjanjian kerja sama untuk dapat melayani peserta JKN, maka FKTP memiliki target nilai kepatuhan sebesar 88% dan enam indikator yang harus dipenuhi. Kepatuhan FKTP dalam menjalankan komitmennya, akan sangat mempengaruhi peningkatkan mutu layanan serta digitalisasi layanan.

BACA JUGA:  Pastikan Kesiapan Pilkada, Badan Kesbangpol Banggai Gelar Rapat Evaluasi

“Kepatuhan FKTP juga merupakan pre assessment yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan keberlanjutan kerja sama dengan fasilitas kesehatan pada tahun berikutnya,” ungkap Sanny.

Sanny menjelaskan, indikator kepatuhan yang harus dipenuhi oleh FKTP yaitu pertama FKTP tidak boleh menarik iur biaya terhadap pelayanan kesehatan yang sesuai hak peserta JKN, kedua nilai walkthrough audit (KESSAN) harus ≥ 85%, ketiga pemanfaatan sistem antrean online yang terkoneksi dengan Aplikasi Mobile JKN ≥ 25% dan kempat FKTP melaksanakan pelayanan telekonsultasi atau pelayanan tidak langsung.

“Kelima dan keenam adalah FKTP wajib mengajukan pakta integritas jumlah tenaga medis yang berpraktik sebagai syarat penentuan tarif kapitasi paling lambat tanggal 4 setiap bulan serta paling sedikit 75% peserta Program Rujuk Balik (PRB) aktif melakukan kontak dengan FKTP dan/atau apotek PRB,” jelas Sanny.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Abdul Haris menyampaikan pihaknya akan memastikan komitmen antara FKTP di seluruh Kabupaten Banggai dengan BPJS Kesehatan.

BACA JUGA:  Bupati Banggai Santuni 80 Anak Yatim Piatu di Kecamatan Moilong

FKTP diwajibkan untuk melaksanakan aktifitas yang terkait dengan pelayanan kesehatan, dimana BPJS Kesehatan berperan sebagai lembaga yang mewadahi pengelolaan Program JKN bagi masyarakat dengan telah membuat beberapa ketentuan yang harus dijalankan oleh fasilitas kesehatan.

“Kami selaku pemerintah daerah yang diberikan wewenang untuk mengelola  kesehatan telah melakukan kerja sama dengan BPJS Kesehatan yang tertuang di dalam perjanjian kerja sama. Ada beberapa indikator kepatuhan yang harus dilaksanakan oleh FKTP. Memang terdapat beberpa hal yang perlu kita perbaiki sehingga tidak akan ada lagi keluhan yang dirasakan oleh masyarakat sebagai klien atau pengguna jasa kita,” ucap Haris.

Haris menambahkan, momen ini dapat digunakan sebagai sarana berdiskusi dan bertukar pikiran agar indikator-indikator kepautuhan yang telah disepakati dapat di lakasanakan secara maksimal. Pihaknya bersama FKTP juga akan berusaha secara maksimal untuk melengkapi seluruh kekurangan sarana serta mengoptimalisasikan fungsi PIPP yang ada pada fasilitas kesehatan.

BACA JUGA:  Presiden PKS Instruksikan Kader Menangkan Sulianti Murad di Pilkada Banggai

Sementara itu, salah satu peserta sekaligus perwakilan dari Puskesmas Kampung Baru, Chrisna Yanthi Laoli mengatakan kesempatan ini sangat bermanfaat bagi dirinya, dia dapat mengetahui dan mengkonfirmasi hal-hal yang  belum jelas dalam menjalankan tugasnya.

“Bagi saya ini sangat membantu, kami dapat lebih paham. Kami dapat berdiskusi dan mendapat masukan-masukan untuk perbaikan kami kedepan dalam memberikan layanan terbaik bagi peserta JKN,” kata Yanthi.

Yanthi juga menyatakan, dirinya akan berkomitmen penuh untuk melayani peserta Program JKN dengan baik. Menurutnya ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Komitmen yang telah disepakati bersama BPJS Kesehatan harus dipatuhi dengan penuh tanggungjawab.

“Berkomitmen untuk tetap menjalankan kepatuhan dan meningkatkan pelayanan adalah prioritas kami, sehingga keluhan dari peserta juga diharapkan akan berkurang bahkan bisa hilang,” tutup Yanthi. (*)

Pos terkait