Tingginya Beban Kerja Hingga Sakit,  Anggota KPPS ini Bersyukur Terdaftar dalam Program JKN 

BANGGAI RAYA- Sebagai bagian dari proses demokrasi yang vital, menjadi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tidaklah mudah. Dalam rangka menjaga proses Pemilu yang adil dan demokratis, petugas KPPS dituntut untuk bekerja dalam waktu yang lama, bahkan hingga lembur, saat pemungutan suara berlangsung. 

Namun, tingginya beban kerja dan waktu yang terpaksa diperpanjang tersebut meningkatkan risiko terjadinya penurunan kesehatan serta terserang penyakit.

Dalam kondisi ini, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir sebagai solusi yang krusial. JKN menawarkan jaminan hak atas pelayanan kesehatan bagi seluruh anggota KPPS yang terdaftar dalam program ini. 

Melalui JKN, petugas KPPS dapat memperoleh akses yang mudah dan cepat ke fasilitas kesehatan yang dibutuhkan tanpa khawatir akan biaya yang terlalu tinggi.

Kehadiran JKN menjadi penting karena tidak sedikit petugas KPPS yang terkadang mengabaikan kesehatan mereka sendiri demi menyelesaikan tugas-tugasnya. Dengan adanya JKN, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan akan semakin meningkat, serta memastikan bahwa setiap anggota KPPS mendapatkan perlindungan dan perawatan yang mereka butuhkan.

BACA JUGA:  Harga Gas Elpiji Tembus Rp60 ribu, Akademisi : Pemda Harus Tegas Pada Pangkalan

Seperti yang dialami oleh Sinta Indra Dewi Yasadi atau yang akrab dipanggil Sinta. Sinta merupakan anggota KPPS dan bertugas di TPS 07 Kelurahan Karaton. 

Sinta yang sementara melaksanakan tugas mengalami kejadian mendadak yang menuntut perhatian medis. 

Sinta yang memang memiliki riwayat asam lambung dan darah rendah ini, mengalami gejala sakit kepala dan kunang-kunang. Sempat mengaku mencoba bertahan namun kondisi yang semakin tidak memungkinkan mengharuskan Sinta mendapatkan pelayanan medis di Puskesmas terdekat.

“Saya memang sebelum itu sudah ada riwayat kurang darah dan asam lambung, jadi di hari pemungutan suara itu di tanggal 14 Februari, saya sudah mempersiapkan diri dengan sarapan. Namun ternyata di tengah-tengah saat bertugas sekitar pukul 11.00 Wita saya sudah mulai pusing dan mata saya kunang-kunang, karena sudah tidak kuat akhirnya saya minta tolong kepada ipar saya untuk diantar ke Puskesmas Kampung Baru, “ ungkap Sinta

BACA JUGA:  Lima Mahasiswa Unismuh Luwuk Ikuti ONMIPA-PT Tingkat LLDIKTI XVI, Ini Daftar Namanya!

Di puskesmas, Sinta mengaku mendapatkan pelayanan yang baik. Dirinya tidak khawatir sebab telah memiliki Jaminan Kesehatan melalui Program JKN. 

Menjalani rawat inap selama dua hari di Puskesmas, Sinta mengaku tak mengeluarkan biaya sepeser pun atas semua pelayanan yang di terimanya. 

“Saya merasa sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan di puskesmas. Mereka sigap dan memberikan penanganan yang sangat baik,” ungkap Sinta dengan tulus.

Ia mengaku, tidak merasa cemas dengan segala biaya kesehatan saya karenasudah ada BPJS Kesehatan. Bahkan tidak membayar sepeser pun selama dirawat di Puskesmas.

Ini bukan kali pertama Sinta merasakan manfaat dari Program JKN, sebelumnya saat melahirkan anak keduanya Sinta juga sudah dijamin sehingga sleuruh biaya persalinanya di tanggung oleh Program JKN. 

BACA JUGA:  Ketua TP PKK Banggai Hadiri Rakor PKK Provinsi Sulteng

Tak lupa, Sinta juga menyampaikan rasa syukurnya atas keikutsertaannya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurutnya, keberadaan program JKN ini sangat membantunya dalam menghadapi situasi darurat seperti yang dialaminya saat itu.

“Saya bersyukur telah menjadi peserta BPJS. Dengan adanya BPJS ini, saya merasa lebih tenang dan terjamin akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” tambahnya.

Sinta pun berharap agar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta JKN di seluruh Indonesia.

Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi Sinta dan masyarakat lainnya akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan yang memadai, serta perlunya memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia dengan bijak dalam setiap situasi darurat maupun keadaan yang mendesak. (*)

Pos terkait