Tidak Merata Sebaran Guru, Kadisdik Sebut Pendidikan di Banggai Jauh Dari Harapan

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo menegaskan, bahwa dunia pendidikan di wilayah Kabupaten Banggai masih jauh dari harapan. Itu dikarenakan salah satunya tidak meratanya sebaran guru di daerah ini.

Penegasan Kadisdik Banggai, Syafrudin Hinelo ini, disampaikan saat memberikan sambutan pada acara pengumuman dan pelepasan siswa kelas 9 SMPN 3 Luwuk, Rabu (15/6/2022).

Bacaan Lainnya

“Saat saya melakukan kunjungan ke satuan pendidikan di 23 kecamatan, saya datangi dan lewat pertemuan dengan guru dan para kepala sekolah. Saya melihat langsung yang ada, Alhamdulillah, masih sangat jauh dari harapan, ya masih sangat jauh dari harapan kita, ” tekan Didi Hinelo begitu sapaannya.

Kalau bapak/ibu, orang tua siswa di wilayah Kabupaten Banggai khususnya di Kota Luwuk kata Didi, patut bersyukur karena kualitas pendidikan tak perlu diragukan lagi.

Beda halnya kata Didi, di kampung-kampung sana, ada sekolah yang hanya memiliki seorang guru ASN. Hingga, Ia khawatir bahwa apa yang terjadi dengan opini di masyarakat di wilayah tersebut.

“Kalau anak mau pintar, jangan sekolahkan mereka di dekat rumahmu, ini kira-kira. Ini yang menjadi sebuah tantangan, kemudian apa guru kita kurang, tidak. Guru kita mencukupi, ” katanya.

Hanya saja kata Didi, pertama, kalau guru perempuan yang sudah nikah, kebetulan suaminya bertugas di daerah kota, Pasti akan ikut suaminya dan tidak mungkin Disdik Banggai akan menceraikan mereka. Ini tantangan yang sangat luar biasa.

ASN itu wajib dan harus siap ditempatkan di mana saja, itu janjinya. Tetapi sekarang sudah berubah. Siap ditempatkan di mana saja, asal dekat dengan rumah.

“Kemarin-kemarin, saya berkunjung ke sekolah dengan menggandeng anggota DPRD Banggai, kenapa? Agar supaya anggota DPRD mengetahui, turut merasakan dan melihat bagaimana keadaan dunia pendidikan kita, “cetusnya.

Menurut Didi Hinelo, anggota dewan adalah aspiratif sebagai keterwakilan pada konflik Rescue Short.

Kemudian ketiga, Ia mencontohkan, seandainya Kepala SMPN 3 Luwuk dipindahkan di Kecamatan Balantak atau dimana saja. P asti kepala sekolah akan datang meminta kepada yang punya kekuasaan.

“Sehingga mereka-mereka yang punya kekuasaan, kemudian mereka berpikir jangan ada pemerataan guru di wilayah mereka. Ini kira-kira tantangannya. Saya belum lama di Disdikbud Banggai, ” tandasnya. RUM

Pos terkait