Terus Bertambah, 44 Pasien Diare Dirawat di RSUD Luwuk

BANGGAI RAYA- Kasus diare di Kabupaten Banggai terus bertambah. Jika sebelumnya dilaporkan hanya 21 orang, Selasa kemarin bertambah menjadi 44 pasien.

Informasi bertambahnya pasien diare di RSUD Luwuk itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banggai, dr. I Wayan Suartika kepada Banggai Raya, Rabu 31 Januari 2024.

“Iya sampai kemarin sore sudah 44 pasien diare. Sebagian besar anak,” kata Wayan Suartika.

Sebelumnya diberitakan, dari puluhan pasien yang dirawat intensif di RSUD Luwuk kata Kadis, sebagian besar adalah anak-anak.

BACA JUGA:  Rayakan Iduladha 1445 Hijriah, DSLNG Berbagi Kurban 17 Ekor Sapi

“Hanya tiga orang saja yang dewasa. Ini pemicunya salah satu faktor adalah makanan,” jelas Wayan yang pernah menjabat Kepala Dinas P2KBP3A Banggai itu.

Ditanya soal asal pasien, Wayan menerangkan, puluhan pasien itu tersebar dari beberapa wilayah. 

“Ada dari Luwuk, Huhak, Pagimana, Kilongan, Lumpoknya, Maahas, dan lainnya,” tuturnya.

Olehnya, Kadinkes Banggai mengimbau kepada warga, untuk mencegah terjadinya diare, menjaga kebersihan, khususnya makanan yang dikonsumsi, menjaga higyene dan sanitasi lingkungan.

BACA JUGA:  Suami di Luwuk Selatan Tega Aniaya Istri Pakai Obeng Hingga Tak Sadarkan Diri 

Tingginya kasus diare sempat mengejutkan di media sosial adanya pesan berantai. 

Disebutkan saat ini banyak anak-anak yang berobat karena kasus muntaber di Puskesmas Simpong.

Bahkan disebutkan fasilitas kesehatan yakni RSUD Luwuk sampai kewalahan menangani pasien kasus diare atau muntaber itu.

Kepala Puskesmas Simpong, Cycy Sumiarty membenarkan adanya peningkatan kasus diare.

“Informasi sementara iya saat ini ada peningkatan kasus diare. Utk info RS kwalahan atau tambah bed mgkin bisa ditanyakan lgsg ke RS,” kata Cycy Sumiarty menjawab pertanyaan wartawan via pesan WhatsApp. 

BACA JUGA:  Wisatawan Asal Jakarta Tujuan Danau Ubur-Ubur Bokan Kepulauan Karam di Perairan Matanga

Sementara itu, tingginya kasus diare, RSUD Luwuk melakukan penambahan tempat tidur di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Ada peningkatan pasien anak akibat diare. Ada penambahan tempat tudur di IGD,” kata Direktur RSUD Luwuk, dr. Yusran Kasim kepada Banggai Raya, Selasa 30 Januari 2024.

Meski mengalami peningkatan, Direktur Yusran mengaku, sejuah pasien telah tertangani. “Semua sudah tertangani,” tuturnya. (*)