Tertibkan Angkutan Plat Hitam, Anggota Aspindo Diamankan Polisi

  • Whatsapp
Anggota Aspindo Banggai yang diamankan Polisi karena diduga melakukan Pungli kepada sopir angkutan plat hitam. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Resah dengan maraknya mobil angkutan desa berplat hitam yang beroperasi melakukan bongkar muat di dalam Kota Luwuk, Asosiasi Pengemudi Indonesia (Aspindo) Banggai turun untuk melakukan sosialisasi dan penertiban.

Dalam penertiban itu, setiap harinya Aspindo Banggai menemukan puluhan mobil angkutan pedesaan yang berplat hitam. Sopir angkutan desa itu pun diberikan edukasi untuk tidak melakukan bongkar muat di dalam kota, tapi di terminal.

Bacaan Lainnya

Kemudian, mobil angkutan diminta untuk mengganti plat hitam menjadi plat kuning. Karena mobil angkutan desa berplat hitam dinilai merugikan para sopir angkutan lain yang berplat kuning.

Namun, alih-alih melakukan sosialisasi dan penertiban, sejumlah Anggota Aspindo Banggai itu diciduk polisi karena diduga melakukan pungutan liar (Pungli) kepada sopir angkutan plat hitam. Peristiwa ini terjadi di kawasan Kelurahan Soho, Kecamatan Luwuk.

Ketua II Aspindo Banggai, Allen Moningka kepada Banggai Raya, Kamis malam (2/9/2021) menyampaikan peristiwa yang menimpa anggotanya itu.

Peristiwa ini jelas Allen, bermula saat sejumlah anggota Aspindo Banggai melakukan penertiban mobil angkutan plat hitam di jalan Kelurahan Soho. Saat itu, didapatkan mobil angkutan plat hitam bermuatan penumpang yang hendak keluar Kota Luwuk.

“Jadi ini anak-anak (Anggota Aspindo) batahan itu mobil. Mereka sampaikan kalau mau muat penumpang, nanti ambil di terminal jadi harus dibongkar penumpang (pindahkan ke taksi),” ungkap Allen Moningka.

Namun sopir angkutan desa berplat hitam ini kata Allen, tidak mau untuk membongkar muatannya agar dipindahkan ke mobil angkutan yang tersedia.

“Sopir tidak mau kasih turun, mau rugi kata (kalau penumpangnya dikasih pindah). Nah si sopir itu menawarkan bagaimana kalau dikasih saja uang. Uang itu sekitar Rp30 atau Rp35 ribu. Begitu transaksi, datang petugas mengamankan anak-anak ini,” jelas Allen Moningka.

Dalam penahanan ini kata Allen, kenapa hanya penerima uang saja yang ditahan, sedangkan sopir angkutan plat hitam dibiarkan. Padahal sopir juga kata dia, dinilai melanggar sudah melakukan bongkar muat di dalam kota bukan di terminal.

“Ketika kami datangi polisi ke Polres Banggai, katanya mereka hanya menjalankan tugas. Pemberi dan penerima harus ditahan, tapi anehnya yang ditahan cuma penerima. Alasannya polisi lagi, nanti ini sopir mau bale (balik lagi ke Luwuk) masih antar penumpang dulu ke Bunta,” katanya.

Menurut Allen, anggota yang diamankan akan dimintai klarifikasi oleh Polres Banggai. “Dia bilang (Polres Banggai) nanti besok (hari ini, Red) akan diminta klarifikasi. Kalau tidak ada kesalahan akan dibebaskan,” tuturnya.

Atas insinden ini, Aspindo Banggai tentunya tidak akan tinggal diam. Mereka akan melakukan aksi ke Dinas Perhubungan Banggai agar tegas menindaki para angkutan desa berplat hitam, karena itu merugikan dan merampas hak angkutan plat kuning.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Banggai, Iptu Adi Herlambang ketika dikonfirmasi Banggai Raya, Jumat (3/9/2021) via pesan WhatsApp membenarkan hal tersebut.

“Betul ada saya amankan mereka namun belum sampai saya tahan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tidak ditahannya sejumlah anggota Aspindo itu karena yang bersangkutan baru kali ini melakukan tindakan premanisme. “Jadi hanya saya berikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan serupa dan tidak ditiru oleh masyarakat lainnya,” tandasnya. (*)

Pos terkait