Tender Proyek Gedung Perpustakaan di Banggai, Rekanan Luar Sulit Dapat Dukungan Penyedia Kuari Lokal

BANGGAI RAYA-Tender proyek gedung layanan perpustakaan dari dana DAK tahun 2024 di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banggai mulai dilelang oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setkab Banggai. Informasi lelang tersebut telah ditayangkan ULP melalui situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Proyek tersebut bernilai Rp10 miliar dengan sumber pembiayaan dana alokasi khusus (DAK) perpustakaan tahun 2024.

BACA JUGA:  Ribuan Warga Toili Sambut Ahmad Ali-Sulianti Murad

Meski demikian, ada syarat tertentu yang diprotes rekanan, khususnya terkait surat dukungan dari perusahaan penyedia kuari atau material lokal. Pasalnya, rekanan asal Kota Palu yang berminat untuk ikut tender terbuka itu, kesulitan memperoleh surat dukungan dari penyedia kuari di Kabupaten Banggai. Kepada media ini Senin (1/1/2024), ia mengaku telah menghubungi tiga pengusaha penyedia kuari, dan mendapatkan jawaban yang sama, mereka takut memberikan surat dukungan, karena ada oknum tertentu yang mencoba menekan mereka agar tidak memberikan surat dukungan.

BACA JUGA:  Alasan Ahmad Ali Dukung Sulianti Murad, Tinggalkan Amirudin

Menurut rekanan Palu itu, ada kesan bahwa pekerjaan seperti gedung perpustakaan yang nilai anggarannya besar, hendak dimonopoli pihak tertentu di Banggai. “Ini tender terbuka karena ditayangkan melalui LPSE, tapi kesannya hendak dimonopoli pihak tertentu di Banggai, dengan maksud rekanan lain jangan masuk atau dibuat jadi sulit memenuhi syarat tender,” keluhnya.

BACA JUGA:  Sepupu Berkelahi di Luwuk, Satu Meninggal

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa I Dewa Supatriagama yang dikonfirmasi mengatakan bahwa ia tidak memantau detail persyaratan.

Namun terkait persyaratan tender, sepengetahuannya pasti dituangkan dalam dokumen pemilihan.

“Jika ada hal-hal yang belum jelas, penyedia dapat menggunakan ruang saat penjelasan pekerjaan pak,” ujarnya. DAR/**

Pos terkait