Tekan Stunting, Bupati Banggai Launching Inovasi PIL Catin

  • Whatsapp
Bupati Banggai, Ir. H Amirudin Tamoreka mengabadikan momen bersama Kepala Bappeda Litbang Banggai, Ramli Tongko, Kadis P2KBP3A Banggai, Dr. dr Anang Otoluwa dan Prof. DR. dr. Abdul Razak Thaha, MSc. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Bupati Banggai, H. Amirudin melaunching secara resmi Inovasi PIL Catin (Pusat Informasi Layanan Calon Pengantin) dalam rangkaian Rapat Koordinasi TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting), Rabu (30/3/2022) di Hotel Estrella Luwuk.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdyaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KB-P3A) Kabupaten Banggai. Tema yang diangkat yakni ‘Penguatan Kelembagaan dan Manajemen Intervensi Stunting Berbasis Perpres 72 Tahun 2021 dan RAN-PASTI’.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin Tamoreka, mengatakan, dalam percepatan penurunan stunting dalam RAN PASTI adalah bagaimana intervensi program bisa menyasar langsung keluarga berisiko stunting, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu paska bersalin, dan anak di bawah lima tahun.

Kegiatan skrining keluarga kata Bupati, dilakukan untuk mendapatkan sasaran berisiko, dilanjutkan dengan intervensi baik spesifik maupun sensitif. Karena pendekatan ini relatif baru maka dibutuhkan penguatan manajemen intervensi kepada pelaksana serta monitoring program kepada TPPS.

“PIL Catin adalah wadah untuk bertukar informasi terkait kebutuhan calon pengantin. Di dalamnya tergabung para mitra yang memberikan layanan kepada calon pengantin, mulai dari perencanaan, pencatatan, dan pelaksanaan pernikahan”, jelas H. Amir

Adapun tujuan dari PIL Catin ini kata Bupati Amirudin, agar calon pengantin terjaring lebih dini sehingga proses skrining dapat dilakukan lebih awal, dan intervensi dilakukan lebih lama tiga bulan. Pil Catin dapat juga berarti (tablet) multi vitamin dan mineral (MMN) yang harus diminum agar calon pengantin dalam kondisi sehat atau ideal di saat menikah dan hamil nanti (Siap Nikah dan Siap Hamil).

Sementara itu, Kepala Dinas P2KB-P3A Kabupaten Banggai, Dr. dr. Anang Otoluwa dalam laporannya, mengatakan, Tim TPPS di Kabupaten Banggai saat ini telah terbentuk bahkan di semua level pemerintahan.

“TPPS telah ada di 337 Kelurahan/Desa, 23 kecamatan, dan tingkat kabupaten. Setelah penetapan kelembagaan ini diperlukan pertemuan untuk penguatan tim agar bekerja mengikuti amanah Perpres 72 Tahun 2021, dan Perban Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN-PASTI),” ungkap Dr. dr. Anang Otoluwa.

Ia mengatakan, hasil skrining calon pengantin di Kabupaten Banggai hingga saat ini telah mencapai di angka 202 Catin. Berdasarkan data sementara, menunjukkan bahwa calon pengantin wanita yang berisiko 46% dan pria 55%.

“Kontribusi faktor risiko catin wanita adalah usia terlalu muda atau tua sebanyak 66%, Indeks Masa Tubuh (IMT) di bawah normal 8,3%, Anemia 16,6%, dan Kurang Energi Kronik (KEK) 25%. Usia pernikahan terlalu muda menjadi penyumbang terbesar, sehingga diperlukan materi penyegaran tentang dampak pernikahan dini terhadap kejadian stunting,” kata Anang Otoluwa.

Kadis Anang menjelaskan, PIL Catin adalah inovasi untuk mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi yang dibutuhkan calon pengantin.

Dalam layanan ini, tergabung para mita yang berhubungan dengan pelayanan calon pengantin, mulai dari perencanaan, pencatatan, penyelenggaraan, sampai dengan layanan paskah nikah.

“PIL Catin ini diharapkan dapat membantu calon pengantin untuk mempersiapkan pernikahan sampai dengan keturunannya nanti, dengan hasil yang membahagiakan,” harap Anang yang pernah menjabat Kadis Kesehatan Banggai itu.

Diketahui, dalam peluncuran Inovasi PIL Catin ini hadir secara virtual Kepala BKKBN, Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, SP., OG, kemudian Narasumber Prof. dr. Fasli Djalal, SP. GK.,Ph. D., dan hadir langsung Prof. DR. dr. Abdul Razak Thaha, MSc, Kepala Bappedalitbang Banggai, Ramli Tongko selaku pemateri, dan tamu undangan lainnya. JAD

Pos terkait