Tangani Covid-19, APBD Bangkep Dipangkas

BANGGAI RAYA- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Bangkep, M Tamrin mengatakan, akibat wabah Covid membuat kondisi APBD mengalami kesulitan untuk membiayai kebutuhan. Selain karena pemangkasan sejumlah program Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU), Pemda juga harus menerima konsekuensi penundaan 35 persen dana transfer.

BACA JUGA:  Universitas Padjadjaran - Pemda Banggai Tandatangani Kerja Sama Pendidikan 

“Masih ada lagi beberapa item yang belum dikoreksi, seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kalau semua sudah dikoreksi berpotensi meningkatkan besaran anggaran yang terpangkas,” katanya kemarin.

Sebelumnya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah menyelesaikan pembahasan perubahan Peraturan Daerah (Perda) tentang struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk penanganan pandemi Covid-19.

BACA JUGA:  Pemilu di Banggai Laut, Demokrat Unggul Sementara, Putra Bupati Bakal Jadi Caleg Terpilih NasDem

Kata dia, anggaran penanganan Covid memang harus disiapkan pemerintah. Makanya eksekutif dan legislatif kerja extra dalam melakukan pembahasan.

“Menurut saya kondisi ini lebih tepat disebut rasionalisasi belanja dengan menggunakan sisa belanja pada APBD. Sebab yang mau dibiayai ini anggarannya tidak ada. Jadi harus dicarikan dengan merasionalisasi belanja dalam struktur APBD,” ucapnya.

BACA JUGA:  Perindo Laporkan Dugaan Kecurangan Pemilu di Toili Barat Banggai

“Yang pasti, hampir seluruh program dalam APBD ditiadakan/dipangkas selain yang berkaitan dengan hak-hak rutin ASN,” tutupnya. SAM