Takmir Masjid Al Mujahirin Unjulan Ajak Jamaah Laksanakan Puasa dengan Ikhlas

BANGGAI RAYA- Umat Islam di sekitar Masjid Al Mujahirin Unjulan, Kelurahan Kilongan, Kecamatan Luwuk Utara melaksanakan Salat Taraweh pertama pada Senin (11/3/2024) malam. 

Amatan di masjid tersebut, puluhan umat muslim dan muslimat yang merupakan jamaah Masjid Al Mujahirin Unjulan melaksanakan Salat Isya dan Taraweh.

Usai melaksanakan Salat Isya, Takmir Masjid Al Mujahirin Unjulan, Ustadz Hamka Naser, S. Pd langsung berdiri dan menyampaikan arahan kepada jamaah.

BACA JUGA:  Bupati Banggai Santuni 80 Anak Yatim Piatu di Kecamatan Moilong

Ustad Hamka mengucapkan, rasa syukur karena Allah SWT masih memberikan umur panjang, sehingga bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadhan 1445 H/2024 M, untuk melaksanakan ibadah puasa. 

Sebab kata dia, sudah ada berapa jamaah Masjid Al Mujahirin Unjulan yang sudah kembali menghadap Sang Khalik. 

Sehingga, Ia mengajak kepada seluruh jamaah Masjid Al Mujahirin Unjulan untuk bisa melaksanakan ibadah puasa dengan tulus dan ikhlas semata-mata hanya karena Allah SWT. 

BACA JUGA:  Festival Kurikulum Merdeka se Sulteng, Siswa SMPN 3 Luwuk Juara Pertama

“Belum kita tahu, apa tahun depan kita masih bertemu dengan bulan Ramadhan. Makanya, gunakan dengan sebaik-baiknya waktu sekarang ini, laksanakanlah ibadah puasa,” katanya. 

Selanjutnya, Ia mengimbau kepada seluruh jamaah yang memiliki kendaraan roda dua, agar supaya bisa memakir dan mengatur kendaraannya dengan baik di halaman masjid, karena panitia masjid tidak memiliki petugas parkir. 

“Atur baek-baek motornya, kemudian hati-hati, jangan sampai ada orang-orang yang tidak bertanggungjawab, yang akan mempreteli alat-alat motor. Makanya, kalau sudah saat sholat, pintu halaman masjid ditutup, agar jamaah bisa salat dengan Khusyuk,” harapnya. 

BACA JUGA:  SKK Migas Paparkan Capaian Kinerja Semester I 2024, Penerimaan Negara Lampaui Target

Begitu juga sambung guru MIN 4 Banggai ini, jamaah kalau selesai melaksanakan salat dan kembali ke rumah, jangan menukar alas kaki atau sendal. 

“Tahun lalu banyak yang kehilangan sandal, termasuk saya,” pungkasnya. RUM