Tak Terima Dipukul, Warga Biak Bakar Ban

BANGGAI RAYA- Salah seorang warga Desa Biak, Kecamatan Luwuk Utara, Rizal tidak terima dipukul oleh warga Desa Boyou pada Sabtu malam (7/3/2020) pekan kemarin. Pemukulan yang kabarnya telah dimediasi rupanya berbuntut panjang. Warga Desa Biak, semalam membakar ban bekas di lokasi jembatan Desa Biak. Akibat aksi itu, pengguna jalan sempat terganggu.

BACA JUGA:  Wisatawan Asal Jakarta Tujuan Danau Ubur-Ubur Bokan Kepulauan Karam di Perairan Matanga

Babhinkamtibmas Desa Biak, Aipda Prianto ketika melaporkan kepada Camat Luwuk Utara, Ripodi Penak mengaku, keadaan lokasi kejadian terkendali. Ban bekas yang dibakar sejumlah warga dipadamkan dan sudah dibuang ke sungai.

Aksi bakar ban bekas ditengarai buntut kejadian pada Sabtu malam. Masalah itu antara warga Desa Biak yang kabarnya dipukuli oleh warga Desa Boyou. Pemukulan itu sudah dimediasi. Hanya saja, orang tua korban tidak merasa puas hanya dengan mediasi semata.

BACA JUGA:  Rayakan Iduladha 1445 Hijriah, DSLNG Berbagi Kurban 17 Ekor Sapi

Orang tua korban selalu bertanya siapa pelaku pemukul anaknya. Karena merasa tidak puas, sejumlah warga Desa Biak membakar ban bekas sebagai sikap protes terhadap masalah itu.

BACA JUGA:  Suami di Luwuk Selatan Tega Aniaya Istri Pakai Obeng Hingga Tak Sadarkan Diri 

“Tapi sudah aman. Rencananya, besok (hari ini) akan dipertemukan anak dari Desa Boyou dengan Desa Biak, di kantor Camat Luwuk Utara, supaya tidak merembet kesana-kemari,” tutur Aipda Prianto. RUM