Tak Ada Yang Tersisa, Kerugian Ditaksir Capai Rp500 Juta

  • Whatsapp
CERITA ICHSAN, KORBAN KEBAKARAN

(OLEH: RUM LENGKAS)

UNTUNG tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kehidupan di depan kita adalah rahasia Allah, untung maupun malang sering datang tiba-tiba tanpa disangka. Pepatah ini seperti menghampiri Ichsan. Betapa tidak, rumah kontrakan milik Benyamin Panjo yang ditinggali Ichsan bersama keluarganya ludes dilalap si jago merah.

Kebakaran rumah di komplek BTN Nusagriya, Kelurahan Kilongan Permai, Kecamatan Luwuk Utara adalah milik Benyamin Panjo yang merupakan mantan Lurah Kilongan Permai. Dan rumah tersebut dikontrakkan ke orang lain.

Ichsan, warga yang mengontrak rumah menjadi korban kebakaran, menceritakan kejadian nahas itu. Sekira pada pukul 19.00 setelah Salat Isya sudah terlihat asap di dalam rumah. Sekira pada pukul 21.00, api sudah membesar dan membakar badan rumah.

Dia sempat mencari posisi titik api di atas atap seng, tapi asap dalam rumah sudah semakin tebal. Apinya muncul dari ruang kamar. Padahal dia masih sempat melihat-lihat, kalau ada api di ruangan rumah, tetapi tidak ada. Sehingga, dia membongkar atap seng untuk mencari titik api.

Rumah tersebut dikontrak Ichsan bersama iparnya yang biasa dipanggil Abang berpropesi sebagai sopir, dan saat ini masih berada di Palu. Rumahnya disekat menjadi dua unit, jadi satu unit dia tinggal bersama dengan anak-anaknya, serta satu unit lagi ditempati oleh ponakannya yang merupakan anak Abang.

Kembali ke cerita kebakaran. Dia terus mencari-cari titik api tersebut, sampai naik ke atap seng dengan tidak menggunakan sendal. Saat turun untuk memantau bagian bawah, dan tidak ada. Saat akan balik keatas, anaknya memanggil bahwa ada api.

“Papa, papa, api,” kutip dia kepada pegawai Kelurahan Kilongan Permai dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Banggai, di lokasi kebakaran, Selasa (21/7/2020).

Saat api sudah membesar, Ichsan masuk ke dalam rumah melalui pintu dapur. Dan Apinya sudah menyala besar, dan itu tidak rasakannya.

Mula-mulanya kata dia, asap masuk ke ruangan kerjanya, ruang tamu dan kemudian dapur. Seluruh barang, dokumen dan identitas miliknya dan anak-anaknya terbakar semua. Begitu juga dengan ponakannya, ludes semuanya dilahap si jago merah.

“Tidak ada yang selamat, baik ijazah dan dokumen lainnya. Nanti saya catat, nanti saya bawa ke kelurahan, seperti KK dan KTP saya terbakar. Kerugian sudah dengan badan rumah sekira Rp500 juta. Iya, barang-barang dan badan rumah, termasuk berkas-berkas, yaitu ijazah, KK dan lain sebagainya,” ungkap Ichsan kepada Banggai Raya.

Siswa kelas XI IPA 3, SMAN 1 Luwuk, Febrianto merupakan korban kebakaran rumah di komplek BTN Nusagriyah. Febrianto adalah ponakan Ichsan. Febrianto tinggal di bilik sebelah Ichsan.

Anak bungsu dari tiga bersaudara ini, saat kebakaran hanya tinggal sendiri. Sedangkan saudara-saudaranya pergi kerja, di luar kota. Begitu juga dengan bapaknya sedang berada di Palu, Sulteng. Sedangkan ibunya telah lama menghadap sang pencipta.

Semua baju dan berkas-berkas milik Febrianto, seperti ijazah SD dan SMP habis terbakar.

Pada Selasa (21/7/2020), Febrianto bersama kakaknya yang bekerja di Kecamatan Toili datang melihat kondisi rumah tersebut. Serta datang untuk mencari dokumen identitas diri, seperti KK, KTP dan ijazah.

“Tinggal adiknya yang masih sekolah, di SMAN 1 Luwuk. Semua habis terbakar, kasian,” kata salah seorang kerabat Febrianto kepada Banggai Raya, saat ditemui di Kelurahan Kilongan Permai.

MENDATA KORBAN

Pascakebakaran rumah warga Komplek BTN Nusagriyah, Pemerintah Kelurahan Kilongan Permai langsung turun memantau dan mendata kerugian yang dialami korban kebakaran, kemarin.

Amatan media ini, Sekretaris Lurah Kilongan Permai, Ruslan bersama stafnya langsung turun meninjau rumah warga yang menjadi korban kebakaran. Lokasi kebakaran berada di Blok H-4, BTN Nusa Griyah, Kilongan Permai, Luwuk Utara.

Ruslan bersama staf Kelurahan Kilongan Permai menemui para korban kebakaran, langsung mewancarai serta membantu mencarikan dokumen identitas diri yang selamat dari kebakaran, seperti kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP) dan ijasah serta dokumen-dokumen penting lainnya.

Sekretaris Lurah Kilongan Permai, Ruslan kepada korban kebakaran menyampaikan, supaya keluarga korban kebakaran segera mendata dokumen penting, dan segera menyampaikan kepada pemerintah kelurahan, agar segera dibuatkan surat keterangan.

“Kalau ada bekas-bekas dokumen, nanti dikumpulkan. Potongan-potongannya itu, nanti dicatat apa saja yang terbakar, kemudian bawa ke kelurahan, nanti kita buatkaan surat keterangannya,” kata Ruslan kepada korban kebakaran dan keluarganya. ***

Pos terkait