Suparno: AT-FM Solusi Persoalan Listrik

BANGGAI RAYA – Politisi Partai Nasdem Kabupaten Banggai, Suparno menyakini, jika Amirudin Tamoreka-Furqanuddin Masulili (AT-FM) diberikan amanah oleh rakyat memimpin Kabupaten Banggai, maka persoalan listrik yang selama ini masih menjadi keluhan masyarakat akan segera dituntaskan.

Menurut Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Banggai ini, AT-FM memiliki kompetensi dan pengalaman yang tidak bisa diragukan terkait dengan kelistrikan. Hal itu kata dia, didapatkan Haji Amir saat merintis bisnis di Ogan Hilir dan Kutai Kartanegara.

BACA JUGA:  Naas! Lakalantas di Masama Banggai, Dua Pemotor Alami Patah Tulang

“Haji Amir sudah tahu bagaimana menyelesaikan persoalan listrik di Kabupaten Banggai. Itu berdasarkan pengalamannya di Ogan Hilir dan Kutai Kartanegara. Di sana, tidak ada satupun tiang listrik yang tidak menyala lampunya,” ujar Suparno kepada Banggai Raya, Kamis pekan kemarin.

Kabupaten Banggai kata Suparno, tak kalah dengan dua daerah tersebut. Bahkan jika dikelola dengan baik, daerah ini memiliki potensi yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

BACA JUGA:  Lima Mahasiswa Unismuh Luwuk Ikuti ONMIPA-PT Tingkat LLDIKTI XVI, Ini Daftar Namanya!

“Karena itu Haji Amir katakan bisa menyelesaikan persoalan listrik yang sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat dan penerangan jalan mulai dari Rata hingga Balingara,” terangnya.

Tak hanya dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Banggai. Ke depannya tambah Suparno, Kabupaten Banggai akan menjadi daerah penyuplai listrik untuk daerah-daerah tetangga, seperti Morowali dan Tojo Una-una.

“Banyak potensi yang ada untuk dikembangkan. Haji Amir sudah hitung itu,” jelasnya.

BACA JUGA:  Terdakwa Korupsi, JPU Kejari Banggai Tuntut Mantan Kades Matabas 4 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp592 Juta

Selain PLTG yang dibangun di dataran Batui, Banggai juga memiliki potensi pembangkit listrik seperti yang ada di Desa Salodik, Kecamatan Luwuk Utara, yang diprediksi bisa memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, mulai dari Kecamatan Pagimana hingga Bualemo.

“Bahkan kalau dihitung-hitung listrik kita bisa surplus. Jadi sekarang kita sudah harus bisa berpikir menjual listrik ke daerah lain, bukan lagi membahas tentang jadwal pemadaman,” katanya. URY