Sunriyani dan Sindi Raih IPK Tertinggi di Yusidium Faperta UMLB

  • Whatsapp
Sunriyani dan Sindi Nurhalisa Pakaya peraih IPK tertinggi di Faperta UMLB. FOTO: JAJAD

BANGGAI RAYA- Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai (UMLB) baru saja sukses menggelar yudisium bagi 25 lulusan sarjana strata satu, Senin malam (18/10/2021).

Dari 25 lulusan yang dikukuhkan oleh Dekan Faperta UMLB, Ratmi Rosilawati, dua di antaranya dinobatkan sebagai peserta terbaik dengan IPK tertinggi. Ia adalah Sunriyani dari Prodi Agroteknologi dengan IPK 3,61 dan Sindi Nurhalisa Pakaya dari Prodi Agribisnis meraih IPK 3,60.

Bacaan Lainnya

Berhak menyandang gelar sarjana pertanian (S.P) dan meraih IPK tertinggi, Sindi Nurhalisasi Pakaya mengaku terharu dan bangga. Ucapan terima kasih tak lupa Ia haturkan kepada orangtua yang selalu mensupport hingga bisa menyelesaikan kuliah dan meraih hasil memuaskan.

“Tentunya terharu dan bangga. Terima kasih kepada orangtua, yang selalu mendukung dan juga para dosen yang telah membimbing saya selama empat tahun,” ujar wanita kelahiran 1998 Gorontalo itu.

Hal senada juga disampaikan Sunriyani, peserta yudisium yang meraih IPK tertinggi. Dan uniknya, Sunriyani menjadi satu-satunya lulusan yang dikukuhkan di Prodi Agroteknologi.

“Alhamdulillah, bisa meraih IPK 3,61 dan bangga karena menjadi satu-satunya lulusan di Agroteknologi yang selesai,” ujar wanita asal Pandawangi, Kecamatan Toili Barat itu.

Ia mengaku, sejatinya di Prodi Agroteknologi terdapat sembilan mahasiswa. Namun dari sembilan itu, hanya Ia sendiri yang bisa menyelesaikan kuliahnya di tahun ini.

“Ada sejumlah kendala yang dihadapi teman-tema. Mulai karena faktor biaya, ada juga karena berduka. Ada dua teman saya, dua perempuan itu bersaudara sepupu. Jadi yang satu papanya meninggal dan yang satu mamanya meninggal. Mungkin hilang semangat, karena kedukaan itu,” kata Sunriyani menceritakan.

Selain itu, ada juga mahasiswa yang baru menjalani ujian proposal sehingga tidak bisa sama-sama di yudisium untuk tahun 2021 ini.

“Saya berharap kepada teman-teman, apapun kendala yang dihadapi tetap semangat untuk bisa menyelesaikan kuliahnya. Kami yakin, masalah yang dihadapi pasti ada hikmanya,” harapnnya. (*)

Penulis: Jajad Sudrajad

Pos terkait