Sudah 21 Desa Salurkan BLT-DD

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Hingga Selasa (5/4/2020), dari 120 desa yang telah mencairkan Dana Desa (DD) tahap satu 2020, sudah 21 desa telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada penerima manfaat di desa masing-masing.

Dari 21 desa yang telah menyalurkan BLT-DD, Desa Pangkalaseang, Kecamatan Balantak Utara yang paling besar, yakni sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) dengan anggaran sebesar Rp60.000.000.

“Terhitung 25 April hingga 5 Mei 2020, sudah ada 21 desa yang tersebar dibeberapa kecamatan di daerah ini telah menyalurkan BLT-DD,” ucap Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Ansar kepada Banggai Raya, Selasa (5/5/2020).

Adapun 21 desa yang telah menyalurkan BLT-DD yakni, Batu Simpang, Lobu, Sidomukti, Binotik, Garuga, Louk, Tangkiang, Kalolos, Babang Buyangge, Kampangar, Sentral Sari, Pangkalaseang, Teku, Toweer, Pulo Dua, Sindang Baru, Bukit Jaya, Cendana Pura, Marga Kencana, Serese dan Ondoliang.

Masing-masing desa tersebut, menyalurkan BLT-DD dengan jumlah KK dan anggaran bervariasi, masing-masing Desa Batu Simpang jumlah dana Rp24.000.000 disalurkan kepada 40 kepala keluarga (KK), Lobu jumlah dana Rp15.000.000, untuk 25 KK, Sidomukti non tunai untuk 12 KK, Binotik jumlah dana Rp22.200.0000 untuk 37 KK, Desa Garuga dengan jumlah dana Rp25.200.000 untuk 42 KK, Desa Louk jumlah dana Rp17.400.000 untuk 29 KK, Tangkiang jumlah Rp46.800.000 untuk 78 KK, Kalolos dengan jumlah dana Rp61.500.000 untuk 103 KK, Babang Buyangge jumlah dana Rp20.400.000 untuk 34 KK, Kampangar dengan jumlah dana Rp58.200.000 untuk 97 KK, Sentral Sari dengan jumlah dana Rp31.800.000 untuk 53 KK dan Pangkalaseang dengan jumlah dana Rp60.000.000 untuk 100 KK serta Teku dengan jumlah dana Rp52.800.000 untuk 88 KK, Desa Toweer dengan jumlah dana Rp42.000.000 untuk 70 KK, Desa Pulodua dengan jumlah dana Rp15.000.000 untuk 25 KK, Desa Sindang Baru dengan jumlah dana Rp6.000.000 untuk 10 KK, Desa Bukit Jaya dengan jumlah dana Rp23.4000.000 untuk 39 KK, Desa Cendana Pura dengan jumlah dana Rp12.000.000 untuk 20 KK, Desa Marga Kencana dengan jumlah dana Rp18.000.000 untuk 30 KK, Desa Serese dengan jumlah dana Rp6.000.000 untuk 10 KK dan Desa Ondoliang dengan jumlah dana Rp47.209.000 untuk 82 KK

Sedangkan, untuk desa lainnya masih sementara proses penyesuaian dan perbaikan atau evaluasi dokumen APBDesnya. “Untuk desa yang sudah disalurkan dana desanya tetapi belum menganggarkan BLT masih merubah pengganggaran APBDesnya sebelum melaksanakan penyaluran BLT. Untuk desa yang sudah menganggarkan BLT, ada yang masih proses penetapan penerima BLT,” terang dia.

Ansar juga menjelaskan, bahwa mekanisme penerima BLT itu sesuai dengan aturan yang ada dan harus ada penetapannya. Memang masih terdapat kendala di desa untuk menyesuaikan kebijakan yang sudah direncanakan.

Terkait ratusan desa yang telah mencairkan DD tahap satu 2020, namun belum menyalurkan BLT DD, Ansar mengaku masih terkendala mekanisme dan penyesuaian dan penetapan penerima manfaat. Untuk penetapan penerima BLT diatur dalam Permendes, Instruksi Mendagri dan PMK. Kendala yang ada di desa itu, mereka harus menyesuaikan dengan kebijakan yang diatur dalam Peraturan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemndes PDTT), Mendagri dan Kemenkeu.

Untuk mempercepat penyaluran BLT, kata Ansar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banggai, sudah melayangkan surat ke setiap kecamatan dan pemerintah desa. Tujuannya untuk segera mempercepat evaluasi di tingkat kecamatan tertanggal 6 April 2020, sekaitan dengan instruksi percepatan penyaluran BLT DD. MAN

Pos terkait