Stok Darah UTD Minim, Warga Diminta Donor Darah

  • Whatsapp
Dokter Rasminah

BANGGAI RAYA- Stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banggai sampai saat ini hanya 30 kantong. Darah tersebut untuk melayani pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk.

Pada Selasa (7/6/2022) kemarin, UTD Luwuk Banggai mendapatkan donor darah dari personel Polres Banggai dalam bakti sosial (Baksos) menyambut Hari Bhayangkara Ke-76 Tahun 2022.

Bacaan Lainnya

Dari bantuan donor darah anggota Polres Banggai tersebut, UTD Luwuk Banggai mendapatkan stok darah 35 kantong.

Direktur UTD Luwuk, dr. Rasminah mengaku, mendapatkan donor darah sebanyak 35 kantong. Tapi, stok yang tersisa hingga Rabu tersisa 30 kantong, terdiri darah A sebanyak 10 kantong, darah B berjumlah 10 kantong dan darah O sebanyak 10 kantong.

“Stok darah AB kosong. Kemarin kami dapat 35 kantong, tapi sekarang stok darah sisa 30 kantong. Stok darah tersebut akan didistribusikan ke Bank Darah di RSUD Luwuk untuk melayani permintaan pasien. Memang saat ini stok darah di UTD Luwuk Banggai minim,” kata dr. Rasminah kepada Banggai Raya, Rabu (8/6/2022).

Ia berharap kepada seluruh masyarakat Kota Luwuk, Kabupaten Banggai supaya bisa mendonorkan darah, demi membantu kebutuhan distribusi darah pasien di RSUD.

Sejatinya sebut Rasminah, jika  masyarakat menyadari pentingnya donor darah, maka mereka dengan senang hati akan datang ke UTD Luwuk untuk mendonorkan darahnya.

“Masih banyak yang belum tergerak hatinya untuk membantu sesama. Sebelum Pandemi Covid-19 melanda negara ini, UTD tidak pernah kekurangan stok darah,” katanya.

Rasminah mengatakan, mobile unit (MU) milik UTD Luwuk selalu menyasar ke perusahaan-perusahaan besar sebagai pemasok darah, seperti DSLNG, JOB dan PAU.

Juga beberapa perusahaan swasta di Luwuk, yaitu hotel-hotel serta beberapa kantor swasta dan gereja.

UTD Luwuk sebut dia, selalu melakukan inovasi untuk menarik minat masyarakat, dengan memberikan hadiah atau bingkisan. Mulai dari yang baru pertama kali mendonorkan darahnya sampai yang lebih dari 10 kali.

“Ada yang diundi dan ada juga yang diberikan langsung. Kalau ada dananya lagi. Kami akan beli lagi hadiah untuk menarik minat warga mendonorkan darahnya” kata Rasminah menambahkan. RUM

Pos terkait