Stabilisasi Harga, Pemda-Kejari Banggai Gelar Pasar Murah Ramadhan

BANGGAI RAYA-Sebagai upaya untuk menstabilisasi harga kebutuhan pokok di bulan Ramadhan, Pemerintah Kabupaten dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai menggelar Pasar Murah Ramadhan bertempat di jalur dua samping kantor Kejari di Luwuk, Rabu siang hingga petang (27/3/2024).

Kadis Perdagangan dan Perindustrian Banggai Natalia Patolemba dalam laporannya menyebutkan bahwa pasar murah tersebut adalah rangkaian kegiatan serupa yang telah digelar lima kali sepanjang bulan puasa tahun ini. Nantinya kata dia, masih ada dua kali pasar murah sembako sebelum Idul Fitri.

Pada kegiatan yang bekerja sama dengan Kejari Banggai dan melibatkan berbagai elemen mulai dari Bulog Luwuk, distributor dan pedagang eceran ini, tersedia 600 sak beras premium yang disubsidi pemda dan dijual seharga Rp59 ribu per sak ukuran 5 kilogram. Ada pula beras SPHP yang disediakan Bulog langsung.

BACA JUGA:  Gegara Kotoran Ayam, Pria di Mendono Ini Dianiaya, Polisi Turun Mediasi

Selain beras, ada gula pasir sebanyak 1000 kilogram, telur yang dijual Rp50 ribu per rak, elpiji 3 kilogram sebanyak 560 tabung yang dijual Rp18.000 per tabung serta kebutuhan pokok lainnya termasuk minyak goreng, cabai, bawang, tomat dan mie instan serta susu kaleng.

Kajari Banggai Raden Wisnu Bagus Wicaksono pada kesempatan itu mengatakan, Kejaksaan Negeri sebagai anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah, juga berkepentingan agar ada stabilisasi harga kebutuhan pokok, apalagi ini di bulan Ramadhan dan menyongsong idul Fitri. Karenanya kata dia, Kejari terus mendorong Pemda Banggai agar memperbanyak pasar murah demi menekan harga di pasaran, sekaligus mengendalikan inflasi.

BACA JUGA:  Apresiasi Kinerja 2023, BPJS Kesehatan Luwuk Beri Penghargaan Pada 5 FKTP, Ini Daftarnya!

“Mudah-mudahan ke depan bisa joint lagi dengan Dinas Ketapang untuk kegiatan serupa,” kata Kajari Banggai.

Sementara itu Bupati Banggai Amirudin saat membuka kegiatan itu mengatakan, pada bulan ini kenaikan inflasi satu digit, salah satunya karena disumbang dari harga nasi bungkus yang lumayan besar beredar selama bulan puasa ini.

Ia mengatakan, Pemda Banggai bekerja sama dengan lembaga lain, akan mengupayakan agar harga kebutuhan pokok tetap bisa dikendalikan, salah satunya melalui pasar murah. “Mudah-mudahan pasar murah seperti ini bisa berlangsung hingga lebaran, termasuk nantinya pasar murah daging yakni sapi dan ayam potong,” ujarnya.

BACA JUGA:  Peringati HUT ke 73, IBI Bekerjasama Dinkes P2KB Balut Gelar Pelayanan KB Gratis

Bupati menegaskan, kalau harga terus mengalami kenaikan, maka Pemda Banggai akan melakukan intervensi dengan dana BTT atau belanja tak terduga.

“Upaya menekan inflasi harus terus dilakukan, sebab gejolak harga juga disebabkan oleh inflasi,” kata dia.

Pasar murah di samping kantor Kejari Banggai itu cukup diminati warga. Ratusan warga dari berbagai kelurahan di Luwuk, terus berdatangan hingga petang. “Lumayan, harga telur Rp50 ribu satu rak, di pasaran Rp60 ribu. Begitu juga gas, di pangkalan antara Rp22 ribu hingga Rp25 ribu, tapi di pasar murah bisa dapat Rp18 ribu per tabung,” kata Mita, seorang ibu rumah tangga. DAR

Pos terkait