SMPN 3 Luwuk Butuh Perhatian Pemerintah, Untuk Menata Sekolah

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri, sekelas SMPN 3 Luwuk masih membutuhkan uluran tangan atau perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Banggai dan orang tua siswa dalam menata sarana dan prasarana pembelajaran di sekolah tersebut.

Hal ini diutarakan Kepala SMPN 3 Luwuk, Hj Misa saat memberikan sambutan pada acara pengumuman dan pelepasan siswa kelas 9 di halaman SMPN 3 Luwuk, Rabu (15/6/2022).

Bacaan Lainnya

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, karena SMPN 3 Luwuk mendapatkan bantuan WC sekolah. Kami akan tetap mengutamakan sebagai sekolah sehat,” ucap Hj. Misa.

Lebih lanjut, kepala sekolah mengatakan, SMPN 3 Luwuk masih membutuhkan gedung pos keamanan sekolah. Sebab selama ini petugas keamanan berjaga di kursi yang ada di depan ruang kantor.

Ia berharap, SMPN 3 Luwuk bisa mendapatkan bantuan gedung pos penjagaan yang layak bagi petugas keamanan.

Sesuai Juknis, sekolah sudah tidak diperbolehkan menggunakan dana BOS untuk membangun gedung pos keamanan.

“Mudah-mudahan dengan uluran tangan bapak/ibu, mungkin kedepan walaupun anak-anak sudah lulus, tidak menutup kemungkinan untuk selalu bersama dengan kami,” imbaunya.

Ia mengaku, orang-orang hanya melihat SMPN 3 Luwuk dari luarnya saja, seperti orang yang memakai lipstik, kelihatan sehat dan cantik dari depan.

Tapi, sebenarnya didalam itu sangat akut sakitnya, seperti kursi-kursi belajar banyak yang rusak, karena tinggal kerangka besi, busanya sudah tidak ada.

“Mungkin karena tangan-tangan manis anak-anak kita, juga kursi itu sudah puluhan tahun. Kami juga butuh panggung seni, agar tidak menyewa. Setiap kegiatan mengeluarkan uang sebesar Rp1 juta. Serta halaman sekolah bisa tertutup dengan Kanopi, ” harapnya.

Ia menambahkan, SMPN 3 Luwuk telah berubah status menjadi sekolah penggerak di tahun 2021. Semua itu tidak terlepas dari kerja-kerja dari kepala sekolah sebelum-sebelumnya.

Atas kerjasama semua pemangku kepentingan yang ada di daerah ini. Itu berperan sesuai visi misi sekolah. Dengan visi tersebut, mengemplementasikan dalam program sekolah. Ada juga intervensi dari Kementerian Pendidikan sebagai sekolah penggerak.

“Itu yang membuat hati kami untuk terus bergerak, terus berjuang dan terus berkolaborasi dalam proses pembelajaran, sejalan dengan status SMPN 3 Luwuk sebagai sekolah penggerak. Atas dukungan semua pihak dan bapak/ibu orang tua siswa sehingga berjalan dengan baik, tidak setengah-setengah, ” tandasnya. RUM

Pos terkait