SMP Kristen Luwuk Dibobol Maling

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA- SMP Swasta Kristen Luwuk yang berlokasi di Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk, pada Selasa (8/9/2020) sekira pukul 03.00 pagi dibobol maling. Dalam kejadian itu, satu unit komputer dan micropon wireless milik sekolah raib.

Diperkirakan kerugian SMPS Kristen Luwuk sebesar puluhan juta. Kemudian CPU yang raib tersebut didalamnya terdapat data sekolah, yang tahun 2021 mendatang akan mengikuti akreditasi sekolah.

Kepala SMPS Kristen Luwuk, Wilson Galenso menjelaskan, kejadian tersebut sudah dilaporkan ke pihak Polsek Luwuk. Pencurian itu dilakukan sekira pukul 03.00 dini hari dan dilakukan lebih dari satu orang, seperti terekam CCTV milik SMAS Kristen Luwuk.

“Sepertinya, sudah ada yang mengawasi isi ruangan kantor. Kemudian nanti pada Selasa pagi, pukul 03.00 subuh, mereka melakukan pencurian komputer sekolah. Kayaknya mereka naik dulu, kemudian mereka teliti dulu isi ruangannya, hanya ruangan saya yang mereka tidak bongkar. Sepertinya, hanya satu orang yang masuk, kemudan lainnya menunggu di luar. Satu speaker aktif yang tidak mereka bawa, sebab besar,” kata Wilson Galenso kepada Banggai Raya, Sabtu (12/9/2020).

Sebelumnya kata dia, pada Senin (7/9/2020) dewan guru ketika masuk sekolah, masih ada komputernya. Pada Selasa (8/9/2020), sekira pukul 09.00 pagi, salah seorang guru, Yurni yang pertama datang, kaget, sebab melihat ruangan kantor sekolah sudah berantakan. “Ibu Yurni pe buka pintu kantor, dia lihat pe tahambur. Langsung dia ba tariak, monitor, CPU dan printer sudah tidak ada,” kutipnya.

Menurut dia, CPU kecil, begitu juga monitor, bisa masuk lewat jalusi, hanya Speaker aktif yang tidak bisa diangkat. Dan semuanya telah diperiksa polisi, surat laporannya sudah ada.

Ia mengatakan, yang hilang komputer, CPU, printer, mike warelles. “Saya punya ruangan hanya mereka lihat saja, padahal papan jalusi sudah mereka tolak, tapi tidak berhasil. Sepertinya mereka beraksi pada saat musim hujan, sehingga tidak kedengaran mereka membuka jalusi ruangan kantor,” terangnya.

Rencana kedepan kata Wilson, akan mengadakan CCTV di sekolah, agar bisa mengawasi siapa saja yang selalu datang ke sekolah. Sebelumnya juga kaca sekolah pecah dilempar orang

“Biar saja yang lain hilang, tapi CPU jangan, sebab ada data sekolah disitu. Kalau hilang berarti sama dengan sekolah baru. Kami mendata dari awal, sementara tahun depan sekolah kami mau akreditasi. Tapi, CPU tidak bisa mereka jual, karena CPU tersebut sudah bermerek SMP Kristen Luwuk,” demikian Wilson Galenso. RUM

Pos terkait