Siswa SMP Tak Wajib UNBK

  • Whatsapp
Rudi Budaya

BANGGAI RAYA- Tahun ini, tak semua SMP dan MTs melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) secara mandiri. Dari 106 sekolah, baru 83 SMP/MTs, terdiri dari SMP negeri sebanyak 34 dan 9 swasta serta MTs sebanyak 40 sekolah yang melaksanakan UNBK.
Kepala Seksi Kurikulum, Bidang Dikdas, Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Rudi Budaya membenarkan hal tersebut. UNBK untuk SMP belum wajib dilakukan, itu disesuaikan dengan kondisi sekolah, kesiapan sarana pendukung UNBK. Yang wajib UNBK adalah SMA dan SMK.
Ia mengaku, di tahun 2020 ini jumlah peserta UNBK SMP jauh lebih banyak dibandingkan pada tahun lalu. Sehingga, pelaksanaan UNBK itu akan dilakukan secara bertahap, targetnya sampai dengan tahun depan.
“Tahun 2021, semua sekolah sudah harus melaksanakan UNBK. Tapi, regulasi UNBK tahun depan sudah tidak lagi dilaksanakan, akan diganti dengan AKM (Asesmen Kompetensi Minimal), terfokus pada literasi dan numerik serta penilaian karakter. Aturan dan regulasi UNBK akan dilakukan di tahun depan,” kata Rudi Budaya kepada Banggai Raya, Kamis (5/3/2020) pekan kemarin.
Tapi kata dia, pihak Disdik Banggai sudah menyampaikan kepada sekolah-sekolah untuk melaksanakan UNBK tahun 2020. Tapi, kondisi sekolah yang belum mampu melaksanakan UNBK tersebut.
Ia menjelaskan, SMP di Luwuk yang belum melaksanakan UNBK, semuanya adalah sekolah swasta, di antaranya SMP Muhammadiyah Luwuk, SMP Daerah Luwuk dan SMP Axel Moses.
Sebenarnya kata dia, SMP Muhamadiyah Luwuk kalau dikoordinasikan dengan yayasan, mereka bisa UNBK di SMA Muhamadiyah Luwuk, demikian juga dengan SMP Daerah Luwuk bisa melaksanakan di SMK Daerah Luwuk.
“Karena satu yayasan. Sedangkan SMP Axel Moses kami sarankan bergabung dengan SMP Kristen atau SMP Katholik Luwuk. Dulu waktu saya masih di SMA GKLB Luwuk, SMA Axel Moses bergabung di SMA GKLB. Kami fasilitasi karena kondisi sekolah mereka yang tidak memiliki sarana. Untuk SMPN 5 Luwuk ketika mereka utarakan kondisi sekolah dengan kendala sarana komputer, saya sarankan untuk cari sekolah terdekat agar bisa bergabung, hanya persoalannya SMA dan SMK jauh dari sekolah, karena semuanya berada di dalam Kota Luwuk,” terangnya.
Ia mencontohkan, SMP 4 Luwuk yang berlokasi di Kecamatan Nambo, pada tahun lalu mereka ujian di SMKN 1 Luwuk, dan tahun 2020 ini mereka sudah melaksanakan UNBK mandiri.
“Pemerintah juga punya keterbatasan dalam menyediakan sarana UNBK. Tahun 2020 yang mendapatkan bantuan adalah SMPN 1 Luwuk Timur, SMPN 1 Lamala dan SMPN 1 Bualemo. Dan mereka akan melaksanakan UNBK tahun 2020 ini,” tuturnya.
“Sekolah harus melakukan pendekatan dengan pemerintah kecamatan, masyarakat atau orang tua untuk bisa membantu mencarikan solusi dalam penyediaan sarana. Laptop milik masyarakat dan orang tua bisa dipakai untuk melengkapi sarana sekolah. Ketika kami turun sosialisasi ke sekolah, kami berharap semua sekolah bisa melaksanakan UNBK, sebab banyak hal positif dengan pelaksanan UNBK. Tetapi, sekali lagi kami tidak bisa memaksa sekolah untuk harus melaksanakan UNBK,” urainya. RUM