Sidang Sinode 2024, Pendeta Moses Hataa Terpilih Kembali

BANGGAI RAYA- Incumbent Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode Kabupaten Banggai, Pendeta Moses Hataa, S.Th, M.Pd kembali terpilih untuk periode 2024-2029.

Terpilih Pdt Moses Hataa dalam Sidang Sinode XXIV GKLB tahun 2024, pada tanggal 4-8 Maret 2024, di Jemaat GKLB Imanuel Luwuk.

Adapun susunan MPH Sinode GKLB Periode 2024 -2029, yakni Ketua, Pdt. Moses Hataa, S.Th., M.Pd, Waket I, Pdt. Marton Malenta, S.Th,
Waket II, Pdt. Rudi Budaya, M.Pd, Sekretaris, Pdt. Alex Alow, S.Th, Wasek, Pdt. Suhartini Sumaa, S.Th, Bendahara,Pdt. Yulianti Surbakti, S.Th, dan Waben, Pdt Yismerai Mindjaa, S.Th.

Salah seorang peserta Sidang Sinode XXIV GKLB tahun 2024, Irend Morente menjelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah merupakan sidang Sinode tahunan yang dirangkaikan dengan pemilihan MPH Sinode Kabupaten Banggai periode 2024-2029.

BACA JUGA:  Apresiasi Kinerja 2023, BPJS Kesehatan Luwuk Beri Penghargaan Pada 5 FKTP, Ini Daftarnya!

“Itu adalah pemilihan ketua Sinode 5 tahun kedepan. Namanya sidang Sinode, setiap 5 tahun itu melaksanakan sidang. Jadi yang terpilih kembali masih tetap Incumbent, Pdt Moses Hataa. Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari itu, juga menggelar beberapa sidang komisi seksi-seksi Sinode,” jelas Irend Morente kepada Banggai Raya, Senin (18/3/2024).

Menurut dia, sidang-sidang Sinode itu, juga melakukan evaluasi kerja selama 5 tahun lalu, juga merancang program untuk 5 tahun kedepan. Dengan melaksanakan rapat komisi-komisi, yaitu komisi seksi organisasi, seksi pelayanan, dan seksi keuangan.

“Mengevaluasi seksi tersebut, kemudian merencanakan lagi program 5 tahunan. Kegiatan Sinode itu, ada namanya sidang majelis Sinode tahunan, jadi disetiap tahun akan dilakukan evaluasi program. Sidangnya ada 4 kali, pertamanya yang kemarin itu, saat sidang Sinode,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pimpin SDN Pembina Luwuk, Sugeng Komitmen Tingkatkan SDM Guru di Bidang IT

Jadi sambung Kepala SMA Kristen Luwuk ini, sidang Sinode itu dilakukan setiap 5 tahun, sudah termasuk dengan sidang pemilihan. Setelah terpilih MPH Sinode dilanjutkan dengan rapat kerja (Raker) pertama.

“Rakernya sudah dihitung pertama pada saat sidang Sinode tersebut. Juga merencanakan program baru, dan mengevaluasi pengurus lama. Setelah pemilihan, baru lanjut dengan Raker,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, calon pengurus Sinode yang mendaftar sebanyak 20 lebih orang. Tapi, pemilihan memiliki sistem, berbeda-beda sistemnya. Jadi para calon harus mendaftarkan dirinya pada panitia. Setelah mendaftar, akan dilakukan seleksi secara administrasi.

“Kemudian ditetapkan calon. Misalnya ketua Sinode salah satu persyaratan adalah pendeta. Kalau kita yang mendaftar, boleh. Tapi, tidak boleh masuk di jajaran ketua, ada persyaratan yang harus dipenuhi. Yang ditetapkan sebagai pengurus Sinode, mereka yang telah mendaftar,” kata Irend

BACA JUGA:  Pemkab Morowali Dukung Program PESIAR dalam Perluasan Kepesertaan JKN

Calon pengurus MPH Sinode kata dia, harus mendaftar, agar peserta Sinode mengetahui bahwa yang bersangkutan mau jadi pengurus.

“Rapat sidang Sinode itu dimulai dari pukul 07.00 hingga jam 21.00 Wita. Jadwal pemilihan seperti itu juga. Hanya pemilihan jajaran Sinode kemarin agak molor sampai pukul 22.00 Wita. Namanya juga pemilihan, dengan pemungutan suara,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan mantan Pengurus MPH Sinode Kabupaten Banggai, Esron Yukulan kepada media ini. RUM