Selamat! As’at Samsul Arifin Santri Daarul Hikmah Juara 1 KSM Provinsi

  • Whatsapp

BANGGAI RAYA– Prestasi demi prestasi kembali ditunjukkan Ponpes Daarul Hikmah Luwuk, di bawah pimpinan KH. Muhammad Mu’adz LC.

Prestasi kali ini diraih oleh As’at Samsul Arifin, santri Daarul Hikmah Luwuk, Kelas XI.

Bacaan Lainnya

Ia berhasil meraih juara 1 di ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Sulteng. Juara itu dalam Bidang Geografi Terintegrasi.

Kepala Madarasah Aliyah (MA) Ponpes Daarul Hikmah Luwuk, Ustadz Febriancu Nasulili S.Pd., mengatakan, setelah juara di tingkat provinsi, As’at Samsul Arifin berhak melaju ke tingkat nasional.

“Secara otomatis, peraih juara satu akan mewakili Provinsi Sulteng pada ajang KSM tingkat nasional mendatang,” ujar Ustadz Febriancu Nasulili, Sabtu (25/9/2021).

Ia menjelaskan, dalam ajang KSM tingkat provinsi yang digelar 19-20 September 2021 ini pihaknya mengutus dua santri.

“Kami mengutus dua santri hang lolos di tingkat kabupaten dan mewakili Kabupaten Banggai di ajang KSM tingkat provinsi,” kata alumni Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai itu.

Dua santri MA Ponpes Daarul Hikmah Luwuk yang ikut berkompetisi itu adalah Muh. Hafidz Saleh kelas XI. A Keagamaan Bidang Studi Kimia Terintegrasi dan As’at Samsul Arifin Kelas XI.A Keagamaan Bidang Studi Geografi Terintegrasi.

Dalam kompetisi ini, As’at Samsul Arifin keluar sebagai juara satu Bidang Studi Geografi Terintegrasi dan Muhammad Hafidz Saleh keluar sebagai juara harapan dua untuk Mata Pelajaran Kimia Terintegrasi.

“Saya berharap, sebagai salah satu dari dua delegasi Kabupaten Banggai yang mewakili Provinsi Sulawesi Tengah pada KSM tingkat Nasional, ananda bisa tampil lebih maksimal,” harapnya.

Urusan menang dan kalah kata Ustadz muda itu, semua itu telah ditakdirkan Allah SWT. “Semoga ini menjadi stimulan yang baik untuk siswa MA Daarul Hikmah Luwuk untuk semakin berprestasi,” harap Ustadz Febriancu Nasulili.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Daarul Hikmah Luwuk, KH. Muhammad Mu’adz LC mengatakan, prestasi yang diraih ini adalah perjuangan santri dan guru-guru.

“Ini adalah perjuangan anak-anak dan guru mengajari mereka, semoga lebih baik untuk madrasahnya dan lebih  membanggakan buat santrinya,” ujarnya.

Keberhasilan santri ini kata Mu’adz, bukti bahwa santri Ponpes Daarul Hikmah Luwuk mampu bersaing dengan sekolah-sekolah umum. (*)

Penulis: Jajad Sudrajad

Pos terkait