Selamat! 4 Alumni dan 2 Dosen Untika Luwuk Jadi Anggota KPU

BANGGAI RAYA- Luar biasa, empat alumni dan dua dosen Universitas Tompotika (Untika) Luwuk menjadi Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tiga kabupaten berbeda untuk periode 2023-2028.

Capaian ini tentunya menjadi suatu kebanggaan bagi alumni, dosen maupun kampus biru itu sendiri.

Adapun empat alumni dan dua dosen Untika Luwuk yang ditetapkan menjadi Anggota KPU adalah sebagai berikut.

Untuk empat alumni yang menjadi Anggota KPU adalah pertama Fatharany B. Abdul Barry. Ia ditetapkan sebagai Anggota KPU di Kabupaten Banggai Kepulauan.

BACA JUGA:  Swadaya, Warga Jaya Makmur Bangun Jalan Kantong Produksi untuk Mudahkan Angkut Hasil Pertanian 

Kedua, Santo Gotia ditetapkan sebagai Anggota KPU Kabupaten Banggai.

Ketiga Jamaludin Pobalos ditetapkan sebagai Anggota KPU Kabupaten Banggai Kepulauan.

Keempat, alumni Untika Luwuk yang menjadi Anggota KPU adalah Syahrudin M Tintis. Ia ditetapkan sebagai Anggota KPU di Kabupaten Banggai Laut.

Sementara dua dosen kampus biru Untika Luwuk yang mendapat amanah sebagai Anggota KPU adalah Supriatmo Lumuan. Ia ditetapkan sebagai Anggota KPU Banggai Kepulauan.

BACA JUGA:  Momen Halalbihalal di Nambo, Bupati Banggai Bagikan Sertifikat Tanah

Kemudian, Abd. Rauf R.A Barri ditetapkan sebagai Anggota KPU Kabupaten Banggai periode 2023-2028.

Atas keberhasilan luar biasa ini, Rektor Untika Luwuk, Taufik Bidullah SE., M.Si., merasa bangga dan memberikan apresiasi.

“Sangat mengapresiasi kepada dosen dan alumni yang bisa menjadi Anggota Komisioner,” ungkap Taufik Bidullah yang dikonfirmasi media ini, via pesan WhatsApp, Sabtu malam 22 Juli 2023.

BACA JUGA:  Kapolsek Pimpin Bersih-bersih Jalanan Kota Luwuk Usai Banjir Kemarin 

Menurut Rektor, ini menjadi kesempatan bagi empat alumni dan dua dosen lainnya untuk mendedikasikan diri dan turut berpartisipasi secara nyata sebagai penyelenggara Pemilu.

Terutama dalam tujuan menciptakan demokrasi yang berkualitas di daerah masing-masing.

“Lebih dari itu, momentum ini bisa menjadi tolok ukur kompetensi yang dimiliki para dosen dan alumni yang cukup kompetitif dalam mengikuti seleksi menjadi Anggota Komisioner,” tandasnya. (*)

Pos terkait