Selama Sepekan, Dosen Faperta Unismuh Luwuk Ikuti Kegiatan ‘Patent Drafting Camp’ di Malang

  • Whatsapp
Dosen Unismuh Luwuk, Bahidin Laode mengabadikan momen dengan pemeriksa paten senior. FOTO: ISTIMEWA

BANGGAI RAYA- Selama sepekan yang dimulai sejak 4-11 November 2022, Dosen Faperta Unismuh Luwuk, Bahidin Laode Mpapa, S.Hut.,M.Sc., mengikuti kegiatan Patent Drafting Camp di Hotel Atria Malang.

Kegiatan yang bertajuk ‘Membangun Kemandirian Penulisan Spesifikasi Paten di Tanah Air’ itu dilaksanakan Direktorat jenderal kekayaan intelektual (DJKI) Kementrian hukum dan Ham.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini diikuti oleh dosen dari berbagai daerah, profesional, konsultan Kekayaan intelektual dan juga dari BRIN (badan riset dan inovasi Nasional).

Selama lima hari, Dosen Faperta UM Luwuk Bahidin Laode Mpapa, S.Hut.,M.Sc yg juga mahasiswa Program Doktor fakultas kehutanan dan lingkungan IPB University, mendapatkan materi khusus dari DJKI, yang memiliki banyak paten.

Dosen Bahidin juga mendapat bimbingan langsung mengenai penulisan deskripsi paten dari pemeriksa Peten senior.

“Alhamdulillah, setelah mengikuti camp ini, saya mendapatkan pengetahuan lebih dan trik dalam menulis deskripsi paten,” katanya.

Paten merupakan hak eksklusif inventor atas invensi di bidang teknologi untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakan invensinya.

Invensi merupakan ide inventor (penemu) yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, dapat berupa produk atau proses atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses.

Ia menjelaskan bagaimana syarat untuk mendapatkan sertifikat paten terhadap invensi yang diajukan.

Pertama Kebaruan (novelty)

Jika pada saat pengajuan permohonan Paten invensi tersebut tidak sama dengan teknologi yang diungkapkan sebelumnya;

Kedua, mengandung langkah inventif.

Jika invensi tersebut merupakan hal yang tidak dapat diduga sebelumnya bagi seseorang yang mempunyai keahlian tertentu di bidang teknik;

Ketiga, dapat diterapkan dalam industri.

Jika invensi tersebut dapat diproduksi atau dapat digunakan dalam berbagai jenis industri.

“Semoga kedepan banyak lahir temuan-temuan baru dari daerah kita, dan tentunya bisa dilirik oleh industri,” harapnya.

Ia menambahkan, Kekayaan Intelektual (KI) harus dilindungi. “KI adalah Hak cipta, merek dagang, Desain Industri, Indikasi geografis, Paten,” tandasnya. (*)

Pos terkait