Selain Harga Melambung, Beras di Mamosalato Morut Langka

BANGGAI RAYA- Pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang terus mengancam berbagai wilayah di Indonesia, berdampak pada perekonomian masyarakat. Bahkan, harga kebutuhan bahan pokok seperti beras mengalami lonjakan yang sangat tinggi. Seperti dialami  masyarakat Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara (Morut).

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, harga beras di Mamosalato melambung menjadi Rp550.000 sampai Rp600.000 per sak atau per 50 Kg. Padahal sebelum merebaknya Covid-19, beras di kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Banggai itu hanya berkisar pada Rp350.000 sampai Rp400.000 per sak.

BACA JUGA:  Harga Gas Elpiji Tembus Rp60 ribu, Akademisi : Pemda Harus Tegas Pada Pangkalan

Selain mahal, beras di Kecamatan Mamosalato juga sulit didapatkan atau langka. “Harga beras di Mamosalato sekarang Rp550 ribu per sak. Dijual eceran Rp11 ribu per Kg. Baru susah didapat,” cetus Kades Tananagaya, Samsudin Galendo kepada Banggai Raya, Jumat (10/4/2020) via pesan WhatsApp.

BACA JUGA:  Ketua TP PKK Banggai Hadiri Rakor PKK Provinsi Sulteng

Kades Samsudin berharap, wabah virus Corona ini bisa segera berakhir. Sehingga semuanya bisa kembali normal seperti biasa. “Baru barang dari Luwuk Banggai untuk sementara tidak boleh masuk Mamosalato. Jadi kami di sini benar-benar sangat kesulitan,” katanya.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Banggai Sebut Luwuk so Kotor

Masyarakat Mamosalato berharap, wabah virus Corona ini bisa segera berakhir dan Pemerintah Daerah (Pemda) Morut bisa bergerak cepat dalam menangani dampak ekonomi masyarakat. Apalagi harga kebutuhan bahan pokok serba melonjak dan langka. JAD