Sekolah Digratiskan, Gubernur: Kesempatan Bersekolah Makin Luas Bu

  • Whatsapp
Gubernur Sulteng Rusdy Mastura menyaksikan penandatanganan berita acara pelantikan kepala SMA lingkup Pemprov Sulteng, Jumat (10/6/2022) di ruang Polibu kantor gubernur. Foto: Biro Adpim Setdaprov

BANGGAI RAYA- Kebijakan populis diterapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng di bawah kendali Rusdy Mastura-Ma’mun Amir dengan menggratiskan biaya pendidikan di level SMA/SMK dan SLB. Padahal, sebelum paket Rusdy Mastura-Ma’mun Amir memimpin Sulteng, peserta didik diwajibkan membayar iuran biaya pendidikan atau biasa disebut SPP (sumbangan pembinaan pendidikan).


Iuran biaya pendidikan dibebankan kepada setiap peserta didik level SMA/SMK dan SLB dibalut dengan diterbitkannya peraturan gubernur atau pergub. Kebijakan gubernur sebelumnya direvisi Gubernur Rusdy Mastura dengan menghapus SPP dan menggantinya dengan biaya operasional sekolah (BOS) daerah yang dananya murni disokong APBD Sulteng.

Bacaan Lainnya


Ikhtiar Pemprov Sulteng menggratiskan iuran pendidikan itu diharapkan memperluas kesempatan warga Sulteng untuk menempuh pendidikan ke level sekolah atas. Itu artinya, tidak ada alasan bagi orang tua siswa yang tidak menyekolahkan anak-anaknya dengan alasan biaya.

“Dengan telah digratiskan masuk SMA, SMK dan SLB, semoga kebijakan ini dapat memperluas kesempatan bersekolah di Sulteng,” tutur Gubernur Rusdy Mastura saat melantik dan mengambil sumpah jabatan para kepala SMA/SMK dan SLB se Sulteng di ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Jumat, pekan kemarin.


Tak hanya memperluas kesempatan bersekolah, kebijakan menghapus iuran pendidikan sebut Cudy-sapaan karib Gubernur Rusdy Mastura itu, diharapkan dapat meringankan beban biaya orang tua siswa.

“Supaya uang sekolah dapat dialihkan untuk membeli bahan pangan yang bergizi dan berkualitas sebagai asupan penting yang diperlukan untuk menambah kecerdasan otak, kreativitas dan kesehatan peserta didik,” ungkap aia.


Dengan penerapan kebijakan demikian sebut Cudy, masalah-masalah kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan dapat diatasi berkat kolaborasi dan kreativitas elemen pendidikan di Sulteng.


Di kesempatan itu pula Gubernur Cudy menaruh harap, kepala sekolah yang baru dilantik dapat memberikan contoh-contoh keteladanan kepada semua elemen yang ada di sekolah.


“Dapat menciptakan kreasi dan inovasi guna meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing. serta menjadi motivator bagi semua elemen sekolah agar mereka produktif dan memiliki prestasi yang lebih baik,” jelas Rusdy Mastura. 


Gubernur juga meminta para kepala sekolah agar ikut bersinergi dan melakukan tindak lanjut atas program-program unggulan daerah yang mencakup Sulteng kerja cepat, Sulteng cerdas, Sulteng sejahtera, Sulteng maju dan Sulteng tangguh. RUM